Di Hadapan Prabowo, Mentan Amran Klaim Harga TBS Sawit Sudah Kembali Normal
Social Media
Communication
Bookmarking
Developer
Entertainment
Academic
Finance
Lifestyle
ph@geosiar.co.id
JAKARTA, GEOSIAR.CO.ID -Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyatakan harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di tingkat petani mulai kembali normal setelah sebelumnya mengalami tekanan akibat berbagai faktor pasar.
Pernyataan itu disampaikan Amran di hadapan Presiden Prabowo Subianto dalam agenda panen raya dan peluncuran program pertanian nasional.
Amran mengatakan pemerintah terus melakukan berbagai langkah untuk menjaga stabilitas harga komoditas perkebunan, termasuk kelapa sawit yang menjadi sumber penghasilan jutaan petani di Indonesia.
“Harga TBS sawit saat ini sudah kembali normal dan petani mulai merasakan manfaatnya,” kata Andi Amran Sulaiman di hadapan Presiden Prabowo Subianto, Rabu, 25 Juni 2026.
Menurut Amran, perbaikan harga terjadi setelah pemerintah melakukan pengawasan terhadap tata niaga komoditas serta mendorong peningkatan penyerapan hasil produksi petani.
“Kami terus memastikan harga yang diterima petani tetap menguntungkan sehingga semangat produksi dapat terjaga,” ujarnya.
Amran menjelaskan sektor pertanian menunjukkan tren positif dalam beberapa waktu terakhir. Sejumlah komoditas strategis, termasuk sawit, dinilai mengalami perbaikan harga yang berdampak langsung terhadap pendapatan petani.
Presiden Prabowo Subianto dalam kesempatan tersebut kembali menegaskan komitmen pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan petani melalui berbagai program produksi dan hilirisasi pertanian.
“Kita ingin petani mendapatkan hasil yang layak dari kerja keras mereka,” kata Prabowo.
Kelapa sawit merupakan salah satu komoditas ekspor utama Indonesia. Pergerakan harga TBS menjadi perhatian karena berpengaruh langsung terhadap pendapatan petani di berbagai daerah sentra perkebunan, termasuk Sumatera Utara, Riau, Kalimantan, dan Sumatera Selatan.
Pemerintah menyatakan akan terus memantau perkembangan harga serta menjaga keseimbangan antara kepentingan petani, industri pengolahan, dan pasar ekspor.
Amran menegaskan peningkatan kesejahteraan petani menjadi salah satu target utama pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan dan sektor pertanian nasional.
“Kami ingin memastikan petani memperoleh keuntungan yang baik sehingga produksi terus meningkat,” ujarnya.
