Pengusaha Kapal Minta Ekspor Satu Pintu Tak Hambat Peran Swasta
Social Media
Communication
Bookmarking
Developer
Entertainment
Academic
Finance
Lifestyle
ph@geosiar.co.id
JAKARTA, GEOSIAR.CO.ID – Ketua Umum Indonesian National Shipowners’ Association (INSA) Carmelita Hartoto meminta pemerintah memastikan kebijakan ekspor satu pintu melalui badan usaha milik negara (BUMN) tidak mengurangi ruang bagi sektor swasta untuk berkembang.
Menurut Carmelita, dunia usaha membutuhkan kepastian regulasi dan iklim usaha yang kondusif, terutama di tengah ketidakpastian ekonomi global yang masih tinggi.
“Bagaimanapun swasta nasional merupakan salah satu penggerak utama ekonomi Indonesia. Karena itu, implementasi kebijakan ini perlu menjaga keseimbangan antara peran BUMN sebagai agen pembangunan bangsa dan ruang bagi sektor swasta untuk terus bertumbuh,” ujar Carmelita.
Ia menilai kebijakan ekspor satu pintu dapat menjadi langkah positif apabila difokuskan untuk memperkuat tata kelola, transparansi, dan akuntabilitas ekspor komoditas strategis Indonesia.
“Kami melihat kebijakan ini sebagai terobosan pemerintah untuk memperkuat tata kelola ekspor komoditas strategis Indonesia. Fokus utamanya adalah perbaikan sistem dan transparansi perdagangan,” katanya.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menetapkan kebijakan ekspor satu pintu melalui pembentukan Badan Pengelola Ekspor Sumber Daya Alam (SDA) berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 24 Tahun 2026 tentang Tata Kelola Ekspor Komoditas SDA Strategis Indonesia.
Aturan tersebut mulai berlaku sejak 1 Juni 2026 dan ditargetkan beroperasi penuh pada 1 Januari 2027.
Sebagai pelaksana kebijakan, Danantara membentuk PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) sebagai BUMN yang akan mengelola ekspor komoditas strategis.
Pada tahap awal, skema ekspor satu pintu diterapkan untuk tiga komoditas utama, yakni batu bara, kelapa sawit, dan paduan besi (ferro alloy).
Carmelita berharap implementasi kebijakan tersebut tetap memberi kesempatan yang sama kepada pelaku usaha swasta agar dapat terus berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional sekaligus meningkatkan daya saing ekspor Indonesia.
