GPEI Tekankan Kolaborasi Pemerintah dan Dunia Usaha untuk Perkuat Ekspor
Social Media
Communication
Bookmarking
Developer
Entertainment
Academic
Finance
Lifestyle
ph@geosiar.co.id
JAKARTA, GEOSIAR.CO.ID – Gabungan Perusahaan Ekspor Indonesia (GPEI) mendorong pelaku usaha di daerah untuk lebih agresif melihat pasar internasional dan tidak hanya mengandalkan penjualan di dalam negeri.
Dorongan tersebut mengemuka dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Ke-1 GPEI yang digelar di Jakarta, Senin (24/8/2026). Kegiatan mengusung tema “Peran Aktif GPEI Meningkatkan Ekspor Nasional dan Devisa Negara” dan dibuka Menteri Perdagangan Republik Indonesia Budi Santoso.
Ketua Umum DPP GPEI Benny Soetrisno mengatakan, penguatan ekspor nasional membutuhkan kerja sama erat antara pemerintah dan dunia usaha.
Menurutnya, pemerintah memiliki peran dalam membangun kebijakan, diplomasi perdagangan dan ekosistem usaha yang kompetitif. Sementara dunia usaha harus mampu meningkatkan investasi, produktivitas dan inovasi serta berani mengambil risiko untuk memperluas pasar.
Benny menilai Indonesia perlu mengubah orientasi ekonominya agar tidak terus bergantung pada konsumsi masyarakat maupun ekspor bahan mentah.
Fundamental ekonomi menuju Indonesia Emas 2045, kata dia, harus diperkuat melalui produksi, investasi, industrialisasi, inovasi dan ekspor.
Karena itu, pelaku usaha lokal didorong mulai mengubah cara pandang dengan melihat kebutuhan pasar dunia sebagai peluang pengembangan bisnis.
Ketua GPEI DPD Sumatera Utara Hendrik Sitompul mengatakan, peluang tersebut juga harus dimanfaatkan para pengusaha di daerah.
Menurut Hendrik, daerah memiliki banyak produk yang berpotensi dikembangkan menjadi komoditas ekspor. Namun, penguatan kapasitas pelaku usaha dan dukungan pemerintah tetap dibutuhkan agar produk tersebut mampu memenuhi standar serta permintaan pasar internasional.
“Pengusaha daerah harus mulai berani melihat pasar yang lebih luas. Potensi kita ada, tinggal bagaimana produk tersebut diperkuat dari sisi kualitas, kontinuitas dan kemampuan memenuhi kebutuhan pasar ekspor,” ujar Hendrik.
Hendrik menambahkan, sinergi antara pemerintah dan dunia usaha penting untuk mengatasi berbagai tantangan yang masih dihadapi eksportir, termasuk akses pasar, regulasi, pembiayaan hingga peningkatan daya saing produk.
Rakernas GPEI juga menjadi momentum untuk menyelaraskan arah organisasi dengan visi Indonesia Emas 2045.
GPEI mendorong Indonesia tidak hanya dikenal sebagai negara yang memiliki sumber daya alam melimpah, tetapi juga sebagai negara dengan kemampuan produksi dan perdagangan yang kuat.
Benny menyebut GPEI memiliki target mendorong transformasi Indonesia menjadi A Great Producing Nation, A Great Trading Nation, dan A Great Exporting Nation.
Untuk mencapai target tersebut, GPEI menilai kolaborasi antara pemerintah dan dunia usaha menjadi salah satu kunci. Pemerintah membangun ekosistem dan kebijakan, sedangkan dunia usaha harus mengambil peran melalui investasi, inovasi dan keberanian memperluas pasar.
Dengan kekuatan sumber daya dan semakin banyaknya pelaku usaha, GPEI meyakini Indonesia memiliki peluang untuk meningkatkan posisi sebagai negara eksportir yang diperhitungkan di pasar global.
