AHY Tegaskan Tiga Agenda Partai Demokrat: Ekonomi, Keadilan, dan Demokrasi
Social Media
Communication
Bookmarking
Developer
Entertainment
Academic
Finance
Lifestyle
ph@geosiar.co.id
JAKARTA, GEOSIAR.CO.ID -Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menegaskan Partai Demokrat akan terus memperjuangkan tiga agenda utama, yakni memajukan ekonomi, menegakkan keadilan, dan menjaga demokrasi di Indonesia.
Ketiga agenda tersebut disampaikan AHY dalam Sarasehan 25 Tahun Partai Demokrat yang digelar Badan Riset dan Inovasi Strategis (Brains) Partai Demokrat di Kantor DPP Partai Demokrat, Jakarta, Selasa (1/9/2026).
Menurut AHY, pertumbuhan ekonomi Indonesia harus memberikan dampak nyata terhadap kesejahteraan masyarakat. Karena itu, pembangunan tidak cukup hanya mengejar pertumbuhan ekonomi yang tinggi, tetapi juga harus memastikan hasil pembangunan dapat dirasakan secara lebih merata.
“Kita ingin membangun ekonomi Indonesia yang berkeadilan dan berkelanjutan. Pertumbuhan ekonomi yang tinggi itu tidak lengkap jika tidak diikuti dengan kesejahteraan bersama,” ujar AHY.
Menko Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan itu mengatakan pembangunan ekonomi harus membuka kesempatan kerja, meningkatkan pendapatan, serta menjaga daya beli masyarakat.
Indonesia, kata AHY, juga harus mampu keluar dari jebakan negara berpendapatan menengah atau middle income trap, sekaligus mengurangi kemiskinan, ketimpangan sosial, dan kesenjangan pembangunan antarwilayah.
Menurutnya, pembangunan infrastruktur dan kewilayahan yang tengah menjadi bagian dari tugasnya di pemerintahan harus memiliki tujuan akhir berupa peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“Empowering people, connecting regions, sustaining generations. Sustainability juga menjadi satu paket. Isu lingkungan tidak boleh menjadi isu pinggiran. Dalam setiap agenda pembangunan harus kita ratakan di situ,” jelasnya.
Keadilan Harus Dirasakan Masyarakat
Selain ekonomi, AHY menekankan pentingnya keadilan dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat.
Ia mengatakan keadilan tidak hanya berkaitan dengan persoalan penegakan hukum, tetapi juga kesempatan yang sama bagi masyarakat untuk memperbaiki taraf hidup dan memperoleh peluang ekonomi.
“Demokrat harus selalu memperjuangkan itu, apalagi bagi masyarakat yang lemah. Keadilan bukan hanya berarti di mata hukum, tetapi juga bagaimana masyarakat Indonesia memiliki kesetaraan untuk mendapatkan economic opportunity yang baik agar bisa naik kelas,” kata AHY.
Menurut AHY, kesempatan tersebut harus dapat dirasakan berbagai kelompok masyarakat, mulai dari petani, nelayan, guru, buruh, pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM), hingga ibu rumah tangga.
Pemerataan akses terhadap pendidikan dan kesehatan juga menjadi bagian penting dalam menghadirkan keadilan sosial.
AHY menilai masyarakat dapat memahami apabila kesejahteraan belum sepenuhnya tercapai. Namun, rasa ketidakadilan akan jauh lebih sulit diterima oleh masyarakat.
“Dan sejatinya, masyarakat mungkin masih bisa menerima ketika hidupnya belum terlalu sejahtera. Tapi sulit menerima ketika diperlakukan tidak adil. Jadi keadilan ini sangat hakiki dan ini harus kita perjuangkan bersama,” tegasnya.
Demokrasi Tetap Menjadi Agenda Demokrat
Dalam kesempatan itu, AHY juga menegaskan demokrasi tetap menjadi bagian penting dari perjuangan Partai Demokrat.
Menurutnya, demokrasi bukan sekadar tujuan akhir, melainkan sarana untuk membawa Indonesia menuju kemajuan, kesejahteraan, serta kehidupan berbangsa yang lebih bermartabat.
“Kita ingin memastikan bahwa di Indonesia tetap subur, matang demokrasi itu agar bangsa kita semakin bermartabat dan berkeadaban,” ujar AHY.
Ia mengatakan kebebasan harus tetap dijamin dalam kehidupan demokrasi. Namun, kebebasan tersebut juga harus dijalankan secara bertanggung jawab serta tetap berlandaskan etika dan konstitusi.
AHY menilai generasi muda juga harus diberikan ruang yang luas untuk menyampaikan aspirasi dan mengambil bagian dalam kehidupan demokrasi.
“Demokrat juga tidak ingin lepas, apalagi namanya saja Demokrat. Tidak mungkin demokrasi tidak menjadi bagian penting, atau tidak menjadi agenda penting dari perjuangan ke depan,” tegas AHY.
Sarasehan 25 Tahun Partai Demokrat tersebut menghadirkan sejumlah akademisi, tokoh, dan pakar dari berbagai bidang.
Di antaranya Prof Greg Barton dari Deakin University Australia, Wakil Presiden ke-11 RI Boediono, Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi, peneliti utama BRIN Siti Zuhro, Direktur Wahid Institute Yenny Wahid, pakar hukum internasional Prof Hikmahanto Juwana, serta Rektor Perbanas Institute sekaligus Guru Besar Ilmu Ekonomi IPB University Prof Hermanto Siregar.
Diskusi tersebut dimoderatori Kepala Brains Partai Demokrat Ahmad Khoirul Umam.
