Bahlil Tegaskan Pertalite, LPG, dan Listrik Bersubsidi Tidak Naik
Social Media
Communication
Bookmarking
Developer
Entertainment
Academic
Finance
Lifestyle
ph@geosiar.co.id
JAKARTA, GEOSIAR.CO.ID –Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) yang juga Ketua Umum DPP Partai Golkar Bahlil Lahadalia menegaskan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi, gas elpiji (LPG) bersubsidi, dan tarif listrik bersubsidi tidak mengalami kenaikan.
Ketegasan itu disampaikan dua kali: pertama pada Musyawarah Nasional (Munas) ke-18 Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) di Bandar Lampung, Rabu (10/6/2026), lalu ditegaskan ulang usai bertemu Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (11/6/2026). Bahlil menyatakan kebijakan ini merupakan perintah langsung Presiden.
“Untuk BBM subsidi dan LPG subsidi tidak ada kenaikan. Itu perintah presiden, tidak ada kenaikan,” kata Bahlil Lahadalia dalam Munas HIPMI ke-18 di Bandar Lampung, Rabu (10/6/2026).
Pernyataan tersebut disampaikan sehari setelah PT Pertamina (Persero) menaikkan harga Pertamax (Research Octane Number/RON 92) dari Rp12.300 menjadi Rp16.250 per liter mulai 10 Juni 2026. Pertalite (RON 90) tetap Rp10.000 per liter, sementara Biosolar tidak berubah.
Penegasan serupa disampaikan Bahlil seusai dipanggil Presiden Prabowo ke Istana Merdeka untuk membahas ketahanan energi dan hilirisasi di tengah gejolak geopolitik global.
“Kami melakukan rapat untuk membicarakan sektor energi dan sektor hilirisasi. Secara kebetulan kita lihat perkembangan geopolitik yang belum selesai,” kata Bahlil Lahadalia usai pertemuan di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (11/6/2026).
Bahlil memastikan kebijakan mempertahankan harga energi bersubsidi merupakan instrumen utama pemerintah menjaga daya beli masyarakat, terutama kelompok menengah ke bawah.
“Pemerintah lagi sedang menggodok hal-hal yang terkait dengan menjaga daya beli masyarakat. Makanya kita untuk menjaga daya beli masyarakat, terutama kepada BBM subsidi, sama sekali tidak kita naikkan. Sementara yang lainnya dilakukan penyesuaian. Nanti kita cek dengan teman-teman pelaku usaha baik dengan termasuk Pertamina,” ujar Bahlil Lahadalia.
Kenaikan BBM non-subsidi tidak terbatas pada Pertamina. BP-AKR juga menyesuaikan harga BP 92 menjadi Rp16.670 per liter dari sebelumnya Rp12.390 per liter, sementara BP Ultimate naik ke Rp17.240 per liter dari Rp12.930 per liter, sebagaimana dilaporkan Telisik.id.
Pertamina menyatakan kenaikan Pertamax dilakukan berdasarkan evaluasi sesuai formula harga yang ditetapkan pemerintah, dengan mempertimbangkan lonjakan harga minyak mentah dunia dan pelemahan nilai tukar rupiah, sebagaimana dilaporkan detikFinance.
Mengenai pasokan listrik, Bahlil juga membantah isu kelangkaan batu bara untuk pembangkit listrik. Bahlil menyebut penugasan batu bara telah mencapai 170 juta ton sehingga pasokan energi nasional dalam kondisi aman.
