BEM Keluarga Mahasiswa IPB Tolak Dapur MBG Masuk Kampus

GEOSIAR.CO.ID 8 Mei 2026 Penulis : ph@geosiar.co.id

BOGOR , GEOSIAR.CO.ID -Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa (BEM KM) IPB University secara tegas menolak rencana pelibatan perguruan tinggi dalam pembangunan dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Penolakan disampaikan melalui surat terbuka kepada Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana yang diunggah di media sosial pada Rabu, 6 Mei 2026. Sikap mahasiswa berseberangan dengan pihak rektorat yang membuka ruang pembangunan dapur tersebut.

Presiden Mahasiswa BEM KM IPB University, Muhammad Abdan Rofi, menyatakan kampus bukan tempat yang tepat untuk mengelola dapur MBG. Ia juga menolak narasi yang menyamakan pengelolaan dapur dengan laboratorium hidup untuk pengembangan riset dan inovasi.

“Kepada Kepala Badan Gizi Nasional, tolong pak, jangan terlalu memaksa,” kata Rofi dalam surat terbuka yang diunggah BEM KM IPB di media sosial, Rabu, 6 Mei 2026.

Rofi menyoroti sejumlah persoalan implementasi program MBG yang menurutnya belum tuntas. Ia merujuk data 1.242 orang yang mengalami keracunan akibat MBG dan ratusan triliun anggaran pendidikan yang direalokasi untuk program tersebut.

“Masih ada 1.720 SPPG yang ditutup karena tidak sesuai dengan standar operasional. Masih ada puluhan SPPG yang masih dimiliki oleh kepentingan partai politik dan oligarki,” kata Rofi, dalam pernyataan yang sama.

SPPG merupakan singkatan dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi, unit operasional dapur program MBG. Rofi menegaskan, BGN seharusnya melakukan evaluasi besar-besaran ketika sarana-prasarana sekolah masih belum layak dan kesejahteraan guru honorer belum membaik.

“Instansi pendidikan sebagai lembaga moral dan intelektual bukan untuk proyek tumbal. Tolong pak, jangan terlalu memaksa,” kata Rofi kepada Tempo, Rabu, 6 Mei 2026.

BEM KM IPB tengah menyiapkan eskalasi internal untuk menyampaikan aspirasi langsung ke pihak rektorat. Rofi menyebut, langkah tersebut akan dilakukan bersama aliansi BEM se-IPB.

Di sisi lain, Rektor IPB University Alim Setiawan Slamet menyatakan ruang dialog dengan mahasiswa selalu dibuka. Dalam keterangannya kepada Kompas.com pada Rabu, 6 Mei 2026, ia juga menegaskan dapur MBG di IPB tidak dikelola langsung oleh struktur akademik kampus, melainkan oleh holding company milik IPB, yakni PT BLST, melalui yayasan khusus berbadan hukum.

Direktur Kerjasama IPB Alfian Helmi menambahkan, yayasan pengelola dapur memiliki badan hukum sendiri dan dikelola secara profesional, terpisah dari anggaran operasional akademik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *