Harga Ayam di Medan Tembus Rp60 Ribu per Kg
Social Media
Communication
Bookmarking
Developer
Entertainment
Academic
Finance
Lifestyle
ph@geosiar.co.id
MEDAN, GEOSIAR.CO.ID -Harga ayam potong di Kota Medan terus mengalami kenaikan hingga menembus Rp60 ribu per kilogram. Kondisi ini mulai dikeluhkan masyarakat karena dinilai semakin membebani kebutuhan rumah tangga.
Melihat kondisi tersebut, Anggota DPRD Kota Medan Ahmad Afandi Harahap mendesak Pemerintah Kota (Pemko) Medan segera mengambil langkah untuk mengendalikan harga pangan.
Afandi menilai kenaikan harga ayam potong saat ini sudah cukup tinggi dan berpotensi menambah beban masyarakat, terutama di tengah kenaikan sejumlah kebutuhan pokok lainnya.
“Yang kita soroti bukan hanya kenaikan harga sembako secara umum, tetapi juga harga ayam potong yang mencapai Rp60 ribu. Kenaikannya sangat drastis dan tentu membebani masyarakat,” ujar Afandi dalam rapat paripurna DPRD Kota Medan, Senin (7/9/2026).
Menurutnya, dampak kenaikan harga ayam tidak hanya dirasakan oleh pembeli rumah tangga. Pelaku usaha kuliner, warung makan, hingga pedagang makanan juga ikut terdampak karena biaya bahan baku meningkat.
Afandi meminta Pemko Medan melalui instansi terkait lebih aktif melakukan pemantauan harga dan memastikan ketersediaan bahan pangan di pasar.
“Pemerintah itu harus hadir dan cepat tanggap dengan situasi dan kondisi yang sudah meresahkan warga masyarakat. Jangan sudah berkoar-koar masyarakat, baru sibuk merespons,” tegasnya.
Sebelumnya, sejumlah warga Medan juga mengeluhkan kenaikan harga ayam potong yang dalam beberapa pekan terakhir terus bergerak naik.
Salah seorang warga Kampung Lalang, Sulastri, mengaku terkejut karena harga ayam potong yang sebelumnya berada di kisaran Rp25 ribu per kilogram kini meningkat hingga sekitar Rp50 ribu per kilogram.
“Cukup terkejut karena kemarin Rp45 ribu per kg ayam potong saja sudah buat saya terkejut. Ini sudah capai Rp50 ribu per kg,” katanya.
Ia menyebut kenaikan harga ayam mulai terasa sejak adanya program Makan Bergizi Gratis (MBG). Menurutnya, saat kegiatan MBG libur, harga ayam sempat berada di kisaran Rp25 ribu per kilogram.
“Saat anak sekolah dan MBG libur, ayam potong itu bisa Rp25 ribu per kg. Sejak MBG ada, naiknya agak tidak masuk akal,” ujar Sulastri.
Selain ayam, warga juga mengeluhkan kenaikan sejumlah bahan pangan lain seperti telur, cabai merah, dan tomat.
Sulastri mengatakan uang belanja Rp100 ribu kini terasa jauh lebih kecil dibanding sebelumnya karena hanya cukup membeli beberapa kebutuhan pokok.
“Telur sudah Rp45 ribu, cabai naik, tomat juga naik. Jadi Rp100 ribu sekarang rasanya seperti Rp10 ribu,” keluhnya.
Kondisi tersebut membuat masyarakat berharap pemerintah segera melakukan pengawasan terhadap rantai distribusi dan mencari solusi agar harga pangan kembali stabil.
