Hendrik Sitompul Serahkan Bantuan ke SLB C Karya Tulus, Semangat Kemerdekaan Diwujudkan Lewat Kepedulian
Social Media
Communication
Bookmarking
Developer
Entertainment
Academic
Finance
Lifestyle
ph@geosiar.co.id
DELI SERDANG, GEOSIAR.CO.ID – Semangat memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia diwujudkan Yayasan Jangan Jemu Berbuat Baik (JJBB) melalui aksi sosial kepada anak-anak berkebutuhan khusus.
Founder Yayasan Jangan Jemu Berbuat Baik, Dr. Drs. Hendrik H. Sitompul, MM, menyerahkan langsung bantuan sosial kepada keluarga besar SLB C Karya Tulus Namo Pecawir, Jalan Namo Pecawir, Desa Tuntungan II, Kecamatan Pancur Batu, Kabupaten Deli Serdang, Selasa (18/8/2026).
Penyerahan bantuan tersebut menjadi bagian dari komitmen Yayasan JJBB untuk terus hadir membantu masyarakat, khususnya kelompok yang membutuhkan perhatian dan dukungan.
SLB C Karya Tulus merupakan lembaga pendidikan sekaligus panti asrama yang memberikan layanan pendidikan, bimbingan dan pelatihan kemandirian bagi anak-anak berkebutuhan khusus, terutama penyandang disabilitas intelektual. Lembaga tersebut dikelola para suster dari Kongregasi Suster-suster Fransiskus Dina (SFD).
Hendrik Sitompul mengatakan, kegiatan sosial tersebut sengaja dilakukan dalam momentum peringatan kemerdekaan agar semangat kemerdekaan dapat diwujudkan melalui tindakan nyata.
“Bakti sosial ini merupakan bagian dari semangat Yayasan Jangan Jemu Berbuat Baik untuk terus hadir dan berbagi dengan saudara-saudara kita yang membutuhkan. Apalagi ini kita laksanakan dalam momentum HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia,” ujar Hendrik.
Menurutnya, kemerdekaan tidak cukup hanya diperingati melalui kegiatan seremonial. Semangat kemerdekaan juga harus diwujudkan melalui kepedulian terhadap sesama, termasuk memberikan perhatian kepada anak-anak berkebutuhan khusus.
“Kemerdekaan bukan hanya kita rayakan dengan upacara, tetapi juga harus kita isi dengan kepedulian dan perbuatan nyata. Saya datang langsung ke sini karena ingin melihat dan merasakan bagaimana anak-anak serta para suster yang mendampingi mereka,” katanya.
Hendrik menegaskan, kehadiran Yayasan JJBB di SLB C Karya Tulus bukan merupakan kegiatan yang pertama. Sebelumnya, yayasan yang didirikannya juga telah beberapa kali memberikan bantuan kepada sekolah tersebut.
“Kita ingin terus menjaga silaturahmi dan kepedulian ini. Bantuan mungkin nilainya tidak seberapa dibandingkan kebutuhan yang ada, tetapi mudah-mudahan dapat memberikan manfaat dan sedikit meringankan kebutuhan anak-anak serta para pengasuh,” ungkap Hendrik.
Ia berharap perhatian terhadap anak-anak penyandang disabilitas tidak hanya muncul pada momentum tertentu. Menurutnya, mereka membutuhkan dukungan secara berkelanjutan agar dapat tumbuh, belajar dan mengembangkan kemampuan yang dimiliki.
“Anak-anak ini adalah anak-anak yang istimewa. Mereka memiliki potensi masing-masing. Karena itu, kita semua punya tanggung jawab untuk memberikan ruang, perhatian dan dukungan agar mereka bisa berkembang serta menjadi lebih mandiri,” tuturnya.
Kepala Sekolah SLB C Karya Tulus, Suster Veneranda Milala, SFD, menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas perhatian Yayasan Jangan Jemu Berbuat Baik yang kembali hadir memberikan bantuan.
Menurutnya, perhatian dari berbagai pihak memiliki arti penting bagi anak-anak dan seluruh keluarga besar SLB C Karya Tulus.
“Kami sangat berterima kasih atas cinta, perhatian dan dukungan yang diberikan Yayasan Jangan Jemu Berbuat Baik, khususnya kepada Bapak Hendrik Sitompul yang sudah datang langsung dan memberikan perhatian kepada kami,” ujar Suster Veneranda.
Ia mengatakan, bantuan dan kunjungan tersebut tidak hanya membantu dari sisi kebutuhan sehari-hari, tetapi juga memberikan semangat bagi anak-anak.
“Bagi kami, perhatian seperti ini memberikan semangat kepada anak-anak. Mereka merasa diperhatikan, dicintai dan tidak sendiri. Mudah-mudahan kepedulian seperti ini terus berlanjut,” katanya.
Suster Veneranda menjelaskan, para suster, guru dan pengasuh di SLB C Karya Tulus terus berupaya mendampingi anak-anak agar memiliki kepercayaan diri, kemandirian dan kemampuan untuk beradaptasi di tengah masyarakat.
“Kami berusaha agar anak-anak bisa lebih percaya diri, mandiri dan berprestasi. Mereka adalah anak-anak yang istimewa yang dititipkan Tuhan kepada kita,” ujarnya.
