Ini Perbedaan Sekolah Nasional Terintegrasi, Sekolah Rakyat dan SMA Unggul Garuda
Social Media
Communication
Bookmarking
Developer
Entertainment
Academic
Finance
Lifestyle
ph@geosiar.co.id
JAKARTA, GEOSIAR.CO.ID –Pemerintah mulai menjalankan program Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) pada tahun ajaran 2026. Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) untuk sekolah tersebut resmi dibuka mulai Selasa (21/7/2026).
SNT menjadi program pendidikan baru yang diluncurkan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, melengkapi dua program sebelumnya yakni Sekolah Rakyat dan SMA Unggul Garuda.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti menjelaskan, ketiga program tersebut memiliki sasaran dan konsep yang berbeda, meski sama-sama bertujuan meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia.
Menurut Mu’ti, Sekolah Rakyat diperuntukkan bagi anak-anak dari keluarga miskin ekstrem. Sekolah ini menggunakan sistem berasrama agar peserta didik mendapatkan pendidikan sekaligus pembinaan secara menyeluruh.
Sementara itu, Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) terbuka bagi seluruh kalangan masyarakat dan tidak menerapkan sistem asrama. Seleksi siswa dilakukan berdasarkan prestasi akademik maupun nonakademik.
“Jika Sekolah Rakyat diperuntukkan bagi anak dari keluarga miskin ekstrem dan berasrama, Sekolah Nasional Terintegrasi diperuntukkan bagi semua kalangan yang tidak berasrama,” ujar Mu’ti.
Ia menjelaskan, SNT mengintegrasikan jenjang SMP dan SMA dalam satu kawasan pendidikan. Berbeda dengan SMA Unggul Garuda yang hanya melayani jenjang SMA dan menggunakan sistem berasrama.
Selain itu, penerimaan siswa SNT diprioritaskan bagi peserta didik yang berasal dari daerah tempat sekolah tersebut berada. Misalnya, SNT di Kabupaten Kupang hanya menerima siswa dari Kabupaten Kupang, demikian pula sekolah di Kota Subulussalam diperuntukkan bagi warga setempat.
Mu’ti menegaskan, SNT bukan sekadar pembangunan sekolah baru, tetapi dirancang untuk mendekatkan akses pendidikan bermutu kepada masyarakat di daerah sekaligus menjadi pusat peningkatan mutu bagi sekolah-sekolah di sekitarnya.
Pemerintah juga mengintegrasikan pembelajaran, pengembangan guru, pembinaan karakter, pengembangan bakat, pemanfaatan fasilitas, hingga sistem penjaminan mutu dalam satu ekosistem pendidikan yang berkelanjutan.
Meski demikian, Mu’ti menegaskan kehadiran SNT tidak menggantikan program pendidikan yang sudah ada. Program ini akan berjalan berdampingan dengan revitalisasi sekolah, digitalisasi pembelajaran, peningkatan kompetensi guru, Sekolah Rakyat, dan SMA Unggul Garuda sebagai bagian dari upaya mewujudkan pendidikan berkualitas bagi seluruh masyarakat Indonesia.
