Jadi Pengacara Febrie, Hotman Paris Disindir Anak Sendiri: “Halah, Kebanyakan Pencitraan”
Social Media
Communication
Bookmarking
Developer
Entertainment
Academic
Finance
Lifestyle
ph@geosiar.co.id
JAKARTA, GEOSIAR.CO.ID – Keputusan pengacara kondang Hotman Paris Hutapea menjadi kuasa hukum mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah menuai sorotan publik. Bahkan, kritik datang dari putra sulungnya sendiri, Frank Alexander Hutapea.
Melalui akun Instagram pribadinya, Frank mengunggah ulang sebuah narasi yang menyinggung keputusan sang ayah membela Febrie Adriansyah, yang kini menjadi tersangka dalam perkara dugaan korupsi dan tindak pidana pencucian uang (TPPU) PT Asabri.
Dalam unggahan Instagram Story pada Jumat (17/7/2026), Frank melontarkan sindiran keras terhadap aksi sosial yang selama ini kerap ditampilkan Hotman Paris.
“Halah kebanyakan pencitraan,” tulis Frank.
Sindiran tersebut menjadi perhatian publik karena selama ini Hotman Paris dikenal aktif memberikan bantuan hukum melalui program Hotman 911 dan kerap mengklaim tidak selalu mengutamakan bayaran dalam menangani perkara tertentu.
Menanggapi kritik yang datang dari putranya sekaligus sorotan publik, Hotman Paris memberikan klarifikasi melalui akun Instagram pribadinya pada Minggu (19/7/2026).
Dalam unggahan tersebut, Hotman membagikan video penyerahan bantuan sebesar Rp500 juta dari salah satu kliennya, pengusaha Tahir, pendiri Mayapada Group, kepada Yuvita Tri Rezeki, perempuan yang menjadi korban dugaan penyekapan dan penganiayaan.
“Kabar baik. Salah satu klien saya, Pak Tahir, telah mengirimkan uang sebesar Rp500 juta sebagai sumbangan untuk adinda Yuvita,” ujar Hotman dalam video tersebut.
Melalui keterangan unggahannya, Hotman menegaskan bahwa aksi sosial yang dilakukan bersama timnya bukan sekadar pencitraan, melainkan bentuk kepedulian nyata kepada masyarakat.
“Pencitraan? Bantuan nyata dan terbukti. Tim Hotman bergerak cepat bukan cuma di bidang hukum, tapi juga membantu aspek ekonomi korban. Bukan marketing, justru klien Hotman dilibatkan untuk membantu rakyat miskin,” tulisnya.
Sebelumnya, Hotman juga menepis anggapan bahwa dirinya menerima honor besar untuk mendampingi Febrie Adriansyah. Ia mengaku tidak mengharapkan bayaran dalam perkara tersebut.
“Saya tidak mengharapkan uang dari Jampidsus ini karena saya tahu tidak mungkin dia bayar saya mahal. Tarif bayaran saya supermahal di Indonesia,” kata Hotman usai mendampingi Febrie menjalani pemeriksaan di Kejaksaan Agung, Jumat (17/7/2026).
Menurut Hotman, keputusannya menjadi kuasa hukum Febrie didorong keyakinannya terhadap kontribusi mantan Jampidsus itu dalam pengembalian aset negara selama menjabat.
Ia menilai keberhasilan tersebut menjadi alasan dirinya memberikan pendampingan hukum tanpa mempertimbangkan aspek materi.
Unggahan klarifikasi Hotman pun memicu beragam tanggapan di media sosial. Sebagian warganet memberikan dukungan, sementara lainnya tetap mempertanyakan keputusannya membela Febrie Adriansyah di tengah proses hukum yang sedang berjalan.
