Menko AHY: Tanggul Laut Pantura Lindungi 115 Ribu Hektare Sawah dari Intrusi Air Laut

GEOSIAR.CO.ID 5 Mei 2026 Penulis : ph@geosiar.co.id

JAKARTA, GEOSIAR.CO.ID -Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Partai Demokrat mengatakan pembangunan tanggul laut raksasa (giant sea wall) di Pantai Utara (Pantura) Jawa bertujuan menjaga produksi pangan nasional.

Pernyataan disampaikan dalam Kick-Off Meeting Infrastruktur Perlindungan Pesisir Pantura Jawa Terpadu di kantor Kementerian Kelautan dan Perikanan, Jakarta, Senin (4/5/2026).

Rapat tersebut menandai dimulainya tahapan pembangunan giant sea wall sepanjang sekitar 575 kilometer.

AHY menyebut proyek tanggul laut tidak hanya melindungi kawasan industri, tetapi juga sentra pangan yang banyak terdapat di Pantura.

“Selain sentra-sentra industri yang harus kita lindungi, yang juga jangan dilupakan adalah cukup banyak sentra-sentra pangan, kawasan-kawasan pangan atau pertanian yang harus dipastikan juga terlindungi dari intrusi air laut,” kata AHY dalam sambutannya pada Kick-Off Meeting di Jakarta, Senin (4/5/2026), sebagaimana dilaporkan CNN Indonesia.

AHY mengungkapkan dari total luas sawah sekitar 1,5 juta hektare di Pulau Jawa, sebanyak 115.000 hektare telah terdampak intrusi air laut. Ia menilai upaya perlindungan kawasan pangan harus dibarengi modernisasi pertanian dan irigasi, sebagaimana dilaporkan Kompas.

Pembangunan tanggul laut Pantura dirancang membentang sekitar 575 kilometer dan terbagi dalam dua wilayah. Wilayah I mencakup Serang, Tangerang, Teluk Jakarta, Bekasi, Karawang, Subang, Indramayu, hingga Cirebon. Wilayah II mencakup Brebes, Tegal, Pemalang, Pekalongan, Batang, Kendal, Semarang, Demak, Jepara, Pati, Rembang, Tuban, Lamongan, hingga Gresik.

Jenis infrastruktur yang akan dikembangkan meliputi tanggul laut lepas pantai (offshore dike), tanggul pantai (coastal dike), serta pendekatan berbasis alam berupa konservasi mangrove (soft dike).

AHY menyatakan kawasan pesisir Pantura saat ini menghadapi ancaman serius akibat banjir rob, penurunan muka tanah, dan kenaikan permukaan laut.

“Terjadi kenaikan permukaan air laut sekitar 0,8 hingga 1,2 cm per tahun akibat pemanasan global. Kondisi ini meningkatkan risiko banjir rob yang dapat merusak permukiman dan infrastruktur masyarakat,” ujar AHY.

Kepala Badan Otorita Pengelola Pantai Utara Jawa (BOPPJ) Didit Herdiawan Ashaf menyampaikan pembangunan tanggul laut akan dibagi ke dalam 15 segmen agar pengerjaannya bisa berjalan paralel.

“Pembangunannya sendiri kurang lebih sekitar 575 kilometer di Pantura Jawa. Kita bagi ke dalam 15 segmen di mana bisa menggunakan kegiatan pembangunan secara paralel,” kata Didit dalam jumpa pers di Jakarta, Senin (4/5/2026), sebagaimana dilaporkan Antara.

AHY menyampaikan proyek ini merupakan arahan Presiden Prabowo Subianto. Ia menekankan pentingnya percepatan implementasi melalui penguatan koordinasi lintas kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah dengan perencanaan yang matang dan berbasis data.

Penyusunan rencana induk (masterplan) BOPPJ menjadi prioritas awal sebagai fondasi kebijakan jangka panjang pengelolaan Pantura Jawa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *