Menteri Ekraf Teuku Riefky Harsya Bidik Kanada Jadi Pasar Baru Produk Kreatif Indonesia
Social Media
Communication
Bookmarking
Developer
Entertainment
Academic
Finance
Lifestyle
ph@geosiar.co.id
JAKARTA, GEOSIAR.CO.ID – Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya membidik Kanada sebagai salah satu pasar potensial untuk memperluas pemasaran produk ekonomi kreatif Indonesia. Upaya tersebut dilakukan melalui penguatan kerja sama dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Ottawa.
Hal itu disampaikan Menteri Ekraf saat menerima audiensi Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh RI untuk Kanada, Muhsin Syihab, guna membahas strategi memperluas akses pasar bagi produk ekonomi kreatif nasional.
Menurut Riefky, Kanada memiliki daya beli masyarakat yang tinggi serta minat yang terus berkembang terhadap produk-produk kreatif asal Indonesia.
“Kanada sebetulnya pasarnya masih luas untuk Indonesia, terutama dengan pegiat ekonomi kreatif di Indonesia yang memiliki kreativitas, budaya, bakat, dan dedikasi tinggi terhadap industri kreatif. Di tengah berbagai tantangan, Kementerian Ekraf terus memperkuat kolaborasi melalui pendekatan hexahelix untuk memperluas akses pasar bagi para pelaku ekonomi kreatif,” ujarnya dalam keterangan resmi, Jumat (3/7/2026).
Ia menambahkan, hubungan bilateral Indonesia dan Kanada memiliki prospek yang semakin menjanjikan, terutama setelah kunjungan Presiden Prabowo Subianto yang dinilai membuka peluang kerja sama ekonomi yang lebih luas.
Riefky juga menyebut sektor ekonomi kreatif terus menunjukkan kontribusi signifikan terhadap perekonomian nasional. Pada 2025, sektor tersebut menyerap hampir 20 persen dari total tenaga kerja di Indonesia.
Capaian itu dinilai menjadi modal penting untuk memanfaatkan berbagai kerja sama internasional, termasuk Indonesia–Canada Comprehensive Economic Partnership Agreement (ICA-CEPA), guna meningkatkan daya saing produk kreatif Indonesia di pasar global.
Sementara itu, Muhsin Syihab mengatakan peluang pengembangan ekonomi kreatif Indonesia di Kanada masih sangat terbuka. Selain kota Toronto, wilayah Quebec juga dinilai memiliki potensi besar karena didukung ekosistem industri kreatif yang berkembang serta daya beli masyarakat yang tinggi.
Menurut Muhsin, Quebec berpeluang menjadi salah satu pusat pengembangan fesyen Indonesia di Kanada. Selain itu, KBRI Ottawa juga terus memperkenalkan kuliner Nusantara melalui berbagai festival makanan yang digelar di Toronto.
Ia mengungkapkan, sebanyak 97 ribu wisatawan asal Kanada berkunjung ke Indonesia. Jumlah tersebut diyakini masih dapat terus ditingkatkan melalui promosi sektor ekonomi kreatif dan pariwisata.
“Kami berharap dapat mengkolaborasikan para pelaku ekonomi kreatif Indonesia dengan berbagai perusahaan di Kanada sehingga peluang promosi, investasi, dan kerja sama bisnis semakin terbuka,” ujar Muhsin.
Kementerian Ekraf bersama KBRI Ottawa berkomitmen memperkuat sinergi untuk membuka peluang promosi, investasi, serta memperluas jejaring bisnis bagi pelaku ekonomi kreatif Indonesia.
Langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan penetrasi produk kreatif nasional di pasar internasional sekaligus memberikan nilai tambah bagi pertumbuhan ekonomi nasional.
