Menteri Transmigrasi Iftitah Sulaiman Petakan Potensi Tambang dan Perkebunan di 154 Kawasan Transmigrasi

GEOSIAR.CO.ID 5 Mei 2026 Penulis : ph@geosiar.co.id

JAKARTA, GEOSIAR.CO.IDMenteri Transmigrasi memetakan potensi sektor tambang dan perkebunan untuk mengembangkan kawasan transmigrasi nasional. Pernyataan disampaikan dalam konferensi pers di kantornya, Jakarta, Senin (4/5/2026). Pemetaan didasarkan pada hasil penelitian 2.000 peneliti yang tergabung dalam Tim Ekspedisi Patriot 2025 di 154 kawasan transmigrasi.

Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara yang juga Kepala Badan Pemenangan Pemilu (BAPPILU) DPP Partai Demokrat menyebut kawasan transmigrasi tidak lagi identik dengan sektor pangan atau pertanian semata.

“Kalau di Mamuju itu ada logam tanah jarang. Kemudian juga bioetanol untuk misalkan sawit, itu juga perkebunan dan sebagainya termasuk tebu. Itu juga kami potensikan,” kata Iftitah, sebagaimana dilaporkan Tempo.

Selain logam tanah jarang, hasil penelitian juga mengidentifikasi potensi tambang batu bara di sejumlah kawasan transmigrasi lain. Sementara di sektor perkebunan, sawit dan tebu dipersiapkan sebagai bahan baku bioetanol untuk mendukung program bahan bakar ramah lingkungan, sebagaimana dilaporkan Liputan6.

Seluruh potensi tersebut berada dalam lingkup Hak Pengelolaan Lahan (HPL) kawasan transmigrasi seluas 3,2 juta hektare yang dimiliki negara. Kementerian Transmigrasi memfokuskan upaya pada penciptaan titik-titik pertumbuhan ekonomi baru, agar transmigran tetap produktif setelah dipindahkan.

“Bukan hanya sekadar dipindahkan kemudian setelah itu diserahkan kepada masyarakat, tidak seperti itu,” ujar Iftitah.

Untuk menggali potensi lanjutan, Kementerian Transmigrasi membuka kembali pendaftaran Tim Ekspedisi Patriot 2026 bagi lulusan Diploma 4, Sarjana 1, Sarjana 2, dan Sarjana 3. Sebanyak 1.458 peserta akan diterjunkan ke 53 kawasan transmigrasi untuk studi kelayakan sebagai tindak lanjut hasil penelitian tahun sebelumnya.

Tim tersebut juga akan masuk ke 45 kawasan transmigrasi prioritas nasional. Misi utama tim adalah pengentasan kemiskinan, dengan kegiatan mencakup penelitian, pendampingan, hingga pengabdian masyarakat selama satu tahun, seperti mengajar di sekolah dan mendampingi petani.

Pada gelombang pertama 2025, pemerintah memberangkatkan 2.000 peserta yang terbagi dalam 400 tim ke 154 kawasan transmigrasi. Iftitah menyebut salah satu kawasan yang menonjol potensinya adalah Samboja, Kalimantan Timur, yang diperkirakan kian berkembang dengan rencana produksi minyak bumi dan gas alam pada tahun ini.

“Kami melihat sebetulnya transmigrasi itu memiliki semacam potensi besar untuk menghapus kemiskinan di Indonesia,” tutur Iftitah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *