Penduduk Indonesia Tembus 290,1 Juta Jiwa, Bertambah 1,7 Juta Orang Setiap Semester
Social Media
Communication
Bookmarking
Developer
Entertainment
Academic
Finance
Lifestyle
ph@geosiar.co.id
JAKARTA, GEOSIAR.CO.ID –Jumlah penduduk Indonesia terus mengalami peningkatan. Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri mencatat rata-rata pertumbuhan penduduk mencapai sekitar 1,7 juta jiwa setiap semester sejak Semester II 2024.
Direktur Jenderal Dukcapil Kemendagri, Teguh Setyabudi, mengatakan pertambahan tersebut merupakan hasil akumulasi angka kelahiran bersih setelah dikurangi angka kematian, ditambah pembaruan data kependudukan melalui proses pembersihan dan penunggalan data.
“Per semester kurang lebih adalah tambahannya 1,7 juta. Pertumbuhan penduduk ini mencerminkan angka kelahiran neto setelah dikurangi kematian, ditambah penyesuaian data hasil pembersihan dan penunggalan,” ujar Teguh dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Dukcapil 2026 sekaligus Rilis Data Kependudukan Bersih Semester I 2026, Senin (4/8/2026).
Berdasarkan data Dukcapil, jumlah penduduk Indonesia pada Semester II 2024 tercatat sebanyak 284.973.643 jiwa. Angka tersebut meningkat menjadi 286.693.693 jiwa pada Semester I 2025, kemudian kembali bertambah pada Semester II 2025, hingga mencapai 290.125.073 jiwa pada Semester I 2026.
Dari total tersebut, sebanyak 146.402.289 jiwa merupakan laki-laki dan 143.722.784 jiwa perempuan.
“Jumlah penduduk yang 290,1 juta jiwa terbagi di semua provinsi di 38 provinsi,” kata Teguh.
Ia menjelaskan, Jawa Barat masih menjadi provinsi dengan jumlah penduduk terbanyak di Indonesia, yakni mencapai 52,7 juta jiwa. Posisi berikutnya ditempati Jawa Timur dengan jumlah penduduk sekitar 42,2 juta jiwa.
Selain memaparkan jumlah penduduk, Dukcapil juga menyampaikan perkembangan perekaman kartu tanda penduduk elektronik (KTP-el). Dari 214.347.218 penduduk yang wajib memiliki KTP elektronik, sekitar 208,5 juta jiwa atau 97,28 persen telah melakukan perekaman biometrik.
“Alhamdulillah berkat kerja keras yang luar biasa dari Bapak/Ibu, di bawah koordinasi dari Kadis provinsi, Kadis kabupaten/kota, luar biasa, yang sudah melakukan perekaman ada sekitar 208,5 juta jiwa. Artinya, 97,28 persen sudah rekam, sudah biometrik,” ujar Teguh.
Meski capaian perekaman KTP elektronik sudah mendekati 100 persen, Teguh mengakui masih ada sekitar 2,7 persen atau sekitar 5 juta penduduk yang belum melakukan perekaman.
Menurutnya, kondisi tersebut menjadi tantangan bagi jajaran Dukcapil di seluruh Indonesia untuk terus melakukan layanan jemput bola, terutama bagi masyarakat yang berada di wilayah terpencil maupun kelompok rentan.
“Bagaimana kemudian Dukcapil kabupaten/kota di bawah koordinasi dari provinsi dan Dirjen Dukcapil terus aktif melakukan jemput bola, jemput bola tiada henti,” katanya.
Teguh menegaskan pembaruan data kependudukan secara berkala menjadi bagian penting dalam mendukung berbagai program pemerintah, mulai dari pelayanan administrasi, penyaluran bantuan sosial, layanan kesehatan, hingga penyelenggaraan pemilu.
