Sopir Tangki Sebut Pertalite dan Solar Sengaja Dibatasi
Social Media
Communication
Bookmarking
Developer
Entertainment
Academic
Finance
Lifestyle
ph@geosiar.co.id
JAKARTA, GEOSIAR.CO.ID – Kelangkaan BBM subsidi jenis Pertalite dan Solar yang memicu antrean panjang di sejumlah SPBU di Medan memunculkan klaim baru dari seorang awak mobil tangki (AMT) PT Pertamina.
Sopir yang meminta identitasnya dirahasiakan itu menuding antrean bukan disebabkan kekurangan sopir maupun stok BBM, melainkan karena pembatasan distribusi dari internal perusahaan.
Menurutnya, awak mobil tangki tetap siap bekerja dan tidak terjadi mogok massal seperti yang sebelumnya disampaikan sejumlah pihak. Ia mengaku heran dengan kebijakan mendatangkan bantuan AMT dari luar daerah serta pelibatan personel TNI dan Polri untuk membantu distribusi BBM.
“AMT siap semua. Tidak ada yang mogok kerja. Bahkan yang didatangkan dari Aceh pun banyak yang tidak bekerja, hanya menunggu,” ujarnya kepada Tribun Medan.
Sopir tersebut juga mengklaim stok BBM di depot dalam kondisi mencukupi. Namun, pengiriman ke SPBU disebut tidak sesuai dengan permintaan sehingga pasokan Pertalite dan Solar cepat habis.
Ia mencontohkan SPBU yang mengajukan permintaan 24 ribu liter Pertalite hanya menerima sekitar 8 ribu liter.
Menurutnya, kondisi itu membuat masyarakat terpaksa membeli Pertamax yang harganya lebih tinggi. Tuduhan tersebut merupakan pernyataan narasumber dan belum didukung bukti maupun hasil penyelidikan resmi.
Selain itu, ia menyinggung dugaan praktik penyalahgunaan Solar bersubsidi oleh pelangsir yang membeli BBM menggunakan sejumlah kendaraan, kemudian menjualnya kembali ke sektor industri dengan harga lebih tinggi.
Ia juga menuding adanya dugaan permainan saat proses pembongkaran BBM di SPBU yang kerap berujung pada tudingan kepada sopir tangki jika terjadi selisih volume.
Sopir tersebut turut mengeluhkan kondisi kerja awak mobil tangki. Menurutnya, terdapat perbedaan gaji antarpekerja dengan beban kerja yang sama, sementara pekerja yang menyampaikan protes disebut berisiko diblokir atau mengalami pemotongan pendapatan.
Di sisi lain, Pertamina Patra Niaga sebelumnya membantah terjadi kelangkaan stok BBM di Sumatera Utara. Perusahaan menyatakan antrean dipicu meningkatnya konsumsi BBM sekitar 5–10 persen dalam beberapa hari terakhir, bersamaan dengan kembali aktifnya kegiatan sekolah dan perkantoran, serta adanya penyesuaian operasional distribusi.
Untuk mempercepat penyaluran, Pertamina menambah armada distribusi berupa 10 mobil tangki operasional, 30 mobil tangki spot charter, serta memperkuat personel dengan tambahan 34 awak mobil tangki dan dukungan personel TNI. Perusahaan menyebut distribusi BBM di Medan kini telah kembali normal dengan stok dalam kondisi aman.
Sementara itu, Ombudsman Sumatera Utara meminta Pertamina menjelaskan secara transparan penyebab gangguan distribusi dan segera memulihkan pelayanan agar tidak memicu kepanikan masyarakat maupun aksi pembelian BBM secara berlebihan.
Ombudsman juga menyatakan akan memantau proses penanganan dan menelusuri apabila ditemukan dugaan maladministrasi.
