Trump Batalkan Serangan ke Iran, Harga Minyak Mentah Dunia Langsung Anjlok
Social Media
Communication
Bookmarking
Developer
Entertainment
Academic
Finance
Lifestyle
ph@geosiar.co.id
JAKARTA, GEOSIAR.CO.ID –Harga minyak mentah dunia jatuh signifikan pada perdagangan Jumat (12/6/2026) setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump membatalkan rencana serangan militer terhadap Iran yang dijadwalkan berlangsung Kamis malam waktu AS.
Trump menyatakan pembatalan itu diambil karena pembicaraan dengan Teheran telah berkembang ke tingkat tertinggi kepemimpinan Iran, disertai klaim bahwa kedua pihak sudah mencapai “kesepakatan besar” yang tinggal menunggu finalisasi dokumen.
Kontrak berjangka minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) turun hingga 3,9 persen ke kisaran USD 86,51 per barel, sementara Brent, patokan internasional, melemah 4,2 persen ke sekitar USD 89,15 per barel, sebagaimana dilaporkan CNBC.
Trump menyampaikan pernyataan tersebut kepada wartawan di Gedung Putih, Washington, Kamis (11/6/2026). Trump menyebut pihaknya berharap penandatanganan kesepakatan dapat dilakukan di Eropa dalam beberapa hari ke depan.
Kesepakatan tersebut dikabarkan mencakup pembukaan kembali Selat Hormuz yang ditutup Iran sejak konflik meningkat.
Pernyataan itu kontras dengan sikap Trump sehari sebelumnya. Pada Kamis pagi waktu AS, Trump sempat mengancam akan memukul Iran dengan sangat keras sebelum kemudian berbalik membatalkan rencananya beberapa jam berselang.
Kantor berita semi-resmi Iran, Fars, melaporkan Teheran belum memberikan respons formal atas teks kesepakatan, meski kemungkinan besar akan menyetujuinya.
Sumber-sumber Iran dan pejabat Barat menyatakan pembicaraan tidak langsung untuk kesepakatan damai pendahuluan terus meningkat, sebagaimana dilaporkan Reuters.
Perang AS-Iran bermula pada 28 Februari 2026 dan telah berlangsung lebih dari tiga bulan. Konflik tersebut menyebabkan Iran menutup Selat Hormuz, jalur pengiriman sekitar 20 persen pasokan minyak dunia, sehingga harga minyak global melonjak tajam.
Goldman Sachs memperkirakan setiap bulan Selat Hormuz tetap tertutup menambah sekitar USD 10 terhadap harga minyak pada akhir tahun.
Harga minyak sebelumnya sempat melonjak ke atas USD 94 per barel pada Kamis (11/6) setelah Iran dilaporkan menutup kembali Selat Hormuz, sebelum berbalik turun tajam setelah Trump membatalkan rencana serangan. Sejak perang dimulai pada Februari 2026, harga minyak telah naik lebih dari 50 persen.
Perkembangan diplomatik ini turut mempengaruhi ekonomi Indonesia. Bank Indonesia telah menaikkan suku bunga acuan BI Rate sebesar 25 basis poin menjadi 5,50 persen pada 9 Juni 2026, salah satunya untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dari dampak gejolak global akibat konflik di Timur Tengah.
