121 Kamar Hotel di Medan Ludes dalam Sejam Akibat Blackout
Social Media
Communication
Bookmarking
Developer
Entertainment
Academic
Finance
Lifestyle
GEOSIAR.CO.ID 24 Mei 2026 Penulis : ph@geosiar.co.id
MEDAN, GEOSIAR.CO.ID —Pemadaman listrik total (blackout) yang melanda Kota Medan mendorong tingkat hunian sejumlah hotel menembus 100 persen hanya dalam hitungan jam.
Hotel GranDhika Setiabudi Medan mencatat seluruh 121 kamarnya terjual habis sekitar satu jam setelah listrik padam. Lonjakan terjadi setelah gangguan kelistrikan Sumatera Bagian Utara bermula pukul 18.44 WIB pada Jumat (22/5/2026) dan berlanjut hingga Sabtu (23/5/2026).
Warga berbondong-bondong mencari tempat menginap yang masih memiliki pasokan listrik dan air bersih. Tingkat hunian Hotel GranDhika Setiabudi Medan mencapai titik penuh pada pukul 18.45 WIB.
“Okupansi sebelumnya memang sudah bagus. Tetapi setelah listrik padam, masyarakat langsung menyerbu hingga okupansi menjadi penuh 100 persen,” kata Personal Assistant to GM dan Public Relations Executive Hotel GranDhika Setiabudi Medan, Nurul, di Medan, Sabtu (23/5/2026), sebagaimana dilaporkan Analisa Daily.
Pihak hotel mengoperasikan genset untuk menjaga kenyamanan tamu, meski penggunaannya dibatasi karena kapasitas yang terbatas.
Kondisi serupa terjadi di Grand Mercure Medan Angkasa. Tingkat hunian yang sebelumnya berkisar 60 persen langsung penuh sejak malam pemadaman.
“Sejak semalam langsung penuh karena pemadaman. Okupansi sampai 100 persen,” kata Marketing Communications Grand Mercure Medan Angkasa, Tinera Siburian, di Medan, Sabtu (23/5/2026), sebagaimana dilaporkan Analisa Daily.
Menurut Tinera, mayoritas tamu adalah keluarga, termasuk yang membawa anak kecil, serta warga yang tidak dapat bekerja dari rumah karena listrik dan air ikut terganggu.
Hotel telah menyiapkan persediaan solar untuk beberapa hari ke depan guna menjaga operasional genset tetap berjalan.
PT PLN (Persero) menyebut pemadaman dipicu masalah pada jalur transmisi tegangan tinggi 275 kilovolt ruas Muara Bungo-Sungai Rumbai di Provinsi Jambi, yang diduga dipengaruhi faktor cuaca.
Gangguan ini membuat sistem Sumatera Bagian Utara terpisah dari Sumatera Bagian Tengah sehingga memicu padam total di wilayah utara.
www.geosiar.co.id