Laporan itu kini sedang diproses penyidik dan sejumlah saksi telah mulai diperiksa. Kasus ini viral di media sosial dan diungkap Sartika secara terbuka kepada wartawan di kawasan Jalan H.M. Said, Kota Medan, Jumat (10/4/2026).
Sartika menuturkan, RT berpamitan berlayar ke Batam pada Februari 2020 atas alasan pekerjaan sebagai pelaut. Semula komunikasi keduanya masih berjalan, meski terkadang terganggu jaringan, namun intensitasnya mulai menurun drastis beberapa bulan kemudian.
Fakta perselingkuhan terkuak pada Juli 2021 ketika Sartika menerima pesan dari nomor tak dikenal yang melampirkan foto RT bersama seorang perempuan dan seorang anak. Foto itu menggambarkan keduanya tampak akrab, dan perempuan tersebut sama sekali tidak dikenal Sartika.
“Dia bercerita tentang adanya covid, jadi dia tidak bisa pulang. Pastinya saya langsung syok, kok bisa suami saya foto sama wanita dan anak itu,” ujar Sartika saat berbincang dengan wartawan, Jumat (10/4/2026).
Sartika mengaku komunikasi dengan RT praktis terputus setelah foto tersebut diterimanya. Keberadaan RT di Batam tidak lagi bisa dipastikan, sementara kebutuhan ketiga anaknya harus Sartika tanggung sendiri.
Keluarga Suami Disebut Berpihak, Kasus Viral di Media Sosial
Penderitaan Sartika makin berat karena keluarga pihak RT justru disebut mendukung perselingkuhan tersebut, bukan membantu menyelesaikan masalah. Kondisi ini berdampak pada kesehatan mental Sartika dan ketiga anaknya, yang mengaku terganggu secara psikologis akibat tekanan keluarga pihak suami dan ramainya kasus ini di berbagai platform media sosial.
Sartika menyebut dirinya masih tercatat sebagai istri sah RT meski pengadilan sempat memproses gugatan cerai di antara keduanya. Kasus ini dilaporkan ke Polres Barelang, bukan Polrestabes Medan, karena dugaan perselingkuhan dan nikah siri tersebut terjadi di wilayah Batam.