Ruang Kerja Menteri dan Wamen PU Digeledah Kejati DKI, Dody Lapor Prabowo Lebih Dulu, Presiden Langsung Setuju

GEOSIAR.CO.ID 11 April 2026 Penulis : ph@geosiar.co.id

JAKARTA, GEOSIAR.CO.IDTim penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Daerah Khusus Jakarta menggeledah Kantor Kementerian Pekerjaan Umum (PU) di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, pada Kamis (9/4/2026) mulai sekitar pukul 14.00 WIB dalam rangka penyidikan dugaan tindak pidana korupsi pengadaan tahun anggaran 2023–2024.

Penggeledahan menyasar tiga gedung termasuk ruang kerja Menteri PU Dody Hanggodo dan Wakil Menteri PU Diana Kusumastuti, berlangsung sekitar enam jam, dan menghasilkan 16 barang bukti yang disita. Sebelum penyidik masuk, Menteri Dody Hanggodo lebih dulu melapor ke Presiden Prabowo Subianto dan mendapat persetujuan langsung.

“Ya, silakan geledah. Intinya kita terbuka untuk hukum,” kata Teddy Indra Wijaya kepada wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (10/4/2026).

Teddy menambahkan, Presiden Prabowo Subianto berulang kali menegaskan bahwa siapa pun yang bersalah dan terbukti melakukan pelanggaran harus diperiksa tanpa pandang bulu.

Malam sebelum penggeledahan, Dody sempat menemui Seskab Teddy di kantornya untuk menyampaikan sikap kementerian. Keesokan harinya, sebelum penyidik masuk, Dody melapor langsung kepada Presiden.

“Saya kemudian lapor ke Pak Presiden, dan saya mengatakan kepada Pak Presiden: Pak, saya izin memberikan keleluasaan kepada seluruh penyidik untuk masuk ke ruangan siapa pun. Jadi supaya tidak ada kesan tebang pilih. Beliau mendukung dan langsung memberikan persetujuan,” ungkap Dody Hanggodo, Menteri PU, di Ditjen Sumber Daya Air Kementerian PU, Jakarta, Jumat (10/4/2026).

16 Barang Bukti Disita, Penyitaan Terbanyak dari Gedung Cipta Karya

Dody membenarkan penggeledahan menyasar tiga gedung di kompleks kementerian, yakni Gedung Utama, Gedung Direktorat Jenderal Cipta Karya, dan Gedung Direktorat Jenderal Sumber Daya Air (SDA). Selain ruang kerjanya, ruang kerja Wamen PU Diana Kusumastuti juga termasuk dalam sasaran penggeledahan.

“Ada 16 item yang diambil. Rata-rata sih buku catatan,” ujar Dody, Jumat (10/4/2026).

Selain buku catatan, satu unit komputer dan sejumlah dokumen cetak turut disita penyidik. Dody menegaskan tidak ada telepon seluler yang ikut diamankan penyidik. Penyitaan terbanyak berasal dari Gedung Cipta Karya.

“Jadi yang banyak itu memang ngambilnya dari Cipta Karya semua,” tegasnya.

Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejati DKI Jakarta Dapot Dariarma membenarkan penggeledahan tersebut berkaitan dengan dugaan tindak pidana korupsi. Penggeledahan didasarkan pada Surat Perintah Penyidikan Nomor: PRINT-09/M.1/Fd.1/04/2026 tertanggal 3 April 2026 dan Surat Perintah Penggeledahan Nomor: PRINT-28/M.1/Fd.1/04/2026 tertanggal 9 April 2026.

Dody menyatakan pihaknya kini menunggu hasil audit internal untuk memastikan akuntabilitas di lingkungan kementeriannya.

“Saya haqqul yaqin bahwa seluruh jajaran di Kementerian PU juga ingin menunjukkan bahwa mereka baik-baik saja,” kata Dody Hanggodo, Menteri PU, Jumat (10/4/2026).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *