BGN Habiskan Rp 113,9 Miliar untuk 31 Paket EO di Tahun Pertama MBG, Kepala Dadan: Kami Mulai dari Nol

GEOSIAR.CO.ID 13 April 2026 Penulis : ph@geosiar.co.id

JAKARTA, GEOSIAR.CO.IDBadan Gizi Nasional (BGN) menggelontorkan Rp 113,9 miliar untuk menyewa jasa Event Organizer (EO) sepanjang 2025, tahun pertama program Makan Bergizi Gratis (MBG) berjalan. Data itu tercatat dalam realisasi pengadaan barang dan jasa BGN yang dipublikasikan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) dan beredar di media sosial sebelum akhirnya memicu gelombang kritik dari publik.

Tercatat 31 paket kontrak EO diteken BGN dalam satu tahun, mencakup kampanye publik, rapat di luar kantor, bimbingan teknis di daerah, hingga kegiatan olahraga. Kepala BGN Dadan Hindayana buka suara merespons sorotan itu, Minggu (12/4/2026).

“Sebagai lembaga baru yang dibentuk untuk menjalankan program strategis nasional, BGN berada dalam fase awal pembangunan sistem, struktur organisasi, serta tata kelola operasional. Dalam tahap ini, BGN belum memiliki sumber daya internal yang sepenuhnya siap untuk menangani seluruh kebutuhan kegiatan berskala besar secara mandiri,” kata Dadan.

Kontrak terbesar dipegang perusahaan Maria Utara Jaya senilai Rp 18,472 miliar untuk bimbingan teknis manajemen risiko di Wilayah Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi Daerah. Perusahaan Falah Eka Cahya menyusul dengan kontrak Rp 16,59 miliar untuk Training of Trainer Asesmen Risiko pada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Dua perusahaan tercatat paling sering ditunjuk BGN. Anugrah Duta Promosindo mendapat empat kali kontrak senilai total Rp 17,425 miliar. Renjana Media Indonesia juga empat kali ditunjuk dengan total Rp 7,807 miliar. Raja Idea Kreatif mendapat satu kontrak senilai Rp 12,576 miliar.

Dadan membantah anggapan bahwa EO hanya untuk keperluan seremonial. Menurutnya, sebagian besar kegiatan menyentuh langsung strategi komunikasi publik soal gizi nasional, termasuk bimbingan teknis bagi penjamah makanan agar keamanan pangan dikelola tenaga terlatih.

“EO berperan dalam memastikan pesan yang ingin disampaikan pemerintah dapat dikemas secara efektif, menarik, dan berdampak luas. EO memiliki keahlian khusus dalam manajemen acara, mulai dari perencanaan, koordinasi vendor, pengelolaan teknis lapangan, hingga mitigasi risiko operasional,” terang Dadan.

Penggunaan EO ini juga disebut Dadan lebih mendukung tata kelola administrasi dan keuangan yang tertib. Dengan melibatkan pihak ketiga, seluruh proses dari perencanaan hingga pelaporan terdokumentasi secara sistematis, yang menurut Dadan justru memudahkan proses audit dan pengawasan anggaran negara.

Sorotan atas belanja BGN bukan hanya pada anggaran EO. Sebelumnya, lembaga ini juga dikritik atas pembelian 21.801 unit motor listrik untuk operasional Kepala SPPG serta pengadaan kaos kaki senilai Rp 6,9 miliar. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa bahkan mengaku belum mengetahui soal pengadaan motor listrik tersebut.

Anggota Komisi IX DPR RI dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Neng Eem Marhamah Zulfa, menyatakan pihaknya membuka opsi memanggil BGN untuk memberikan klarifikasi. “Masyarakat berhak mengetahui asal-usul pengadaan, peruntukan, hingga sumber anggarannya. Jangan sampai muncul polemik berkepanjangan akibat kurangnya keterbukaan,” ujar Neng Eem, Kamis (9/4/2026).

Dadan memastikan seluruh pengeluaran dilakukan sesuai peraturan perundang-undangan dan terbuka untuk diaudit. “Setiap pengeluaran, termasuk penggunaan jasa EO, dilakukan melalui mekanisme yang sesuai ketentuan yang berlaku, serta terbuka untuk diawasi oleh lembaga pengawas internal maupun eksternal,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *