Calon Pastor Christopher Tenggelam di Air Terjun Situmurun Danau Toba, Pencarian Hari Kedua Belum Temukan Jasad

GEOSIAR.CO.ID 13 April 2026 Penulis : ph@geosiar.co.id

TOBA, GEOSIAR.CO.ID -Christopher Rustam, 21 tahun, mahasiswa semester dua Fakultas Filsafat Universitas Katolik Santo Thomas (Unika) Medan, tenggelam saat berenang di kawasan Air Terjun Situmurun, Kecamatan Lumban Julu, Kabupaten Toba, Sabtu (11/4/2026) sekitar pukul 12.00 WIB.

Korban adalah seorang frater atau calon imam Katolik asal Batam, Kepulauan Riau, yang tengah menempuh pendidikan di Siantar. Hingga pencarian hari kedua, Minggu (12/4/2026), tim SAR gabungan belum berhasil menemukan jasadnya.

Kejadian bermula saat Christopher bersama 59 rekannya berekreasi ke Air Terjun Situmurun menggunakan Kapal Motor (KM) Sibole-Bole 01, usai mengikuti kegiatan Rekoleksi Frater di Silimalombu, Samosir. Rombongan didampingi Romo R.D. Ngadiono.

Setibanya di lokasi, para mahasiswa langsung terjun berenang. Namun hanya sekitar 20 menit berselang, suasana berubah panik. Christopher dilaporkan tertinggal dari kelompoknya dan mengeluhkan kaki kram.

“Melihat hal itu, teman korban langsung cepat mengambil pelampung dari kapal dan berenang menghampiri korban, namun korban tidak terlihat lagi,” kata Pelaksana Tugas Kepala Seksi Humas Polres Toba, Ipda Khairuddin, dalam keterangan tertulisnya, Minggu (12/4/2026).

Romo Ngadiono yang turut menyaksikan kejadian mengungkapkan teman-teman Christopher sempat berusaha mengejar, tetapi arus yang deras membuat tubuh korban terseret dengan cepat. “Kami sudah berusaha, tapi arusnya kuat sekali. Dia langsung hilang,” ujarnya lirih.

Sesaat setelah kejadian, rombongan segera melapor ke tim SAR dan kepolisian. Pada pukul 17.00 WIB hari pertama, petugas juga memasang jaring di titik tenggelam sebagai bagian dari upaya pencarian. Operasi hari pertama dihentikan pukul 17.45 WIB karena gelap, kemudian dilanjutkan Minggu pagi.

Tim SAR gabungan menurunkan penyelam Basarnas Danau Toba dan menyisir area menggunakan teknologi sonar Aquaeye. Penyelam telah menjangkau kedalaman 40 meter, namun korban belum ditemukan. Kedalaman titik tenggelam yang mencapai 105 meter menjadi kendala utama.

Koordinator Basarnas Danau Toba, Erikson Gultom, menyebut kondisi perairan di sekitar Air Terjun Situmurun sangat menantang bagi penyelam, sehingga faktor keselamatan personel tetap menjadi prioritas. “Pencarian kami hentikan sementara dan akan dilanjutkan kembali besok pagi dengan strategi yang disesuaikan,” ujarnya, Minggu (12/4) malam.

Ibunda Christopher, Nuriani Boru Simbolon, datang jauh dari Batam setelah menerima kabar duka itu. Begitu tiba di lokasi, ia langsung berlutut di tepi danau, menangis histeris sambil berdoa. “Tuhan, tunjukkan anakku! Kembalikan anakku!” isaknya.

Ipda Khairuddin menyebut pencarian dijadwalkan berlanjut Senin (13/4/2026) mulai pukul 08.00 WIB, dan mengimbau seluruh wisatawan yang berkunjung ke destinasi perairan di Sumatera Utara untuk tidak berenang jika kondisi fisik tidak prima, tidak mengenal medan, dan tanpa pelampung.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *