Pertamax Turbo Tembus Rp 19.400, Singapura Paling Mahal Rp 54 Ribu

GEOSIAR.CO.ID 20 April 2026 Penulis : ph@geosiar.co.id

JAKARTA, GEOSIAR.CO.IDPT Pertamina (Persero) menaikkan harga sejumlah Bahan Bakar Minyak (BBM) nonsubsidi mulai Sabtu (18/4/2026), dipicu gejolak harga minyak dunia akibat konflik di Timur Tengah. Pertamax Turbo di wilayah DKI Jakarta melonjak dari Rp 13.100 menjadi Rp 19.400 per liter, sementara Dexlite dan Pertamina Dex melonjak hingga Rp 9.400 per liter.

Meski naik signifikan, harga BBM nonsubsidi di Indonesia masih berada di bawah harga di Singapura yang tertinggi di Asia Tenggara.

Kenaikan harga nonsubsidi Pertamina terjadi di tengah terganggunya jalur distribusi energi global di Selat Hormuz. Penyesuaian harga dilakukan mengikuti formula harga dasar sesuai Keputusan Menteri ESDM Nomor 245.K/MG.01/MEM.M/2022.

Regulasi tersebut menjadi dasar perhitungan harga jual eceran BBM umum di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU).

Pertamax Turbo (RON 98) di wilayah DKI Jakarta kini dibanderol Rp 19.400 per liter, naik Rp 6.300 dari harga sebelumnya Rp 13.100 per liter. Dexlite (CN 51) dijual Rp 23.600 per liter, melonjak Rp 9.400 dari Rp 14.200 per liter. Pertamina Dex (CN 53) ditetapkan Rp 23.900 per liter, naik Rp 9.400 dari Rp 14.500 per liter.

Pertamax (RON 92) tetap dibanderol Rp 12.300 per liter, sedangkan Pertamax Green 95 tetap di Rp 12.900 per liter. Pertamina juga mempertahankan harga BBM subsidi Pertalite (RON 90) Rp 10.000 per liter dan Biosolar Rp 6.800 per liter. Harga BBM di setiap wilayah dapat berbeda tergantung besaran pajak dan ongkos logistik.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia dari Partai Golkar menyatakan kenaikan harga BBM nonsubsidi mengikuti mekanisme pasar sesuai regulasi yang berlaku.

Pemerintah menegaskan pengaturan harga hanya diberlakukan untuk BBM bersubsidi. BBM untuk kebutuhan industri dan kalangan mampu disebut menyesuaikan harga pasar.

Singapura tercatat sebagai negara dengan harga BBM tertinggi di kawasan Asia Tenggara. Bensin RON 98 di negara tersebut mencapai 4,01 dolar Singapura atau sekitar Rp 54.114 per liter per 18 April 2026. Harga itu setara hampir tiga kali lipat Pertamax Turbo RON 98 di Indonesia.

Harga BBM di Vietnam relatif kompetitif dengan Indonesia. RON 95 dibanderol VND 23.760 atau sekitar Rp 15.427 per liter, sedangkan bahan bakar nabati E5 RON 92 ditetapkan VND 22.590 atau Rp 14.667 per liter. Solar Vietnam justru turun 5,8 persen menjadi VND 31.040 atau setara Rp 20.225 per liter, sebagaimana dilaporkan VnExpress.

Thailand menurunkan harga BBM pada Jumat (17/4/2026). Operator SPBU PTT OR dan Bangchak memangkas harga solar sebesar Bt 1,50 per liter serta bensin dan gasohol sebesar Bt 0,50 per liter. Penurunan mengikuti keputusan Komite Manajemen Dana Bahan Bakar Thailand yang menyesuaikan tarif kontribusi sejalan tren harga minyak global yang melemah.

Filipina mematok harga BBM di level PHP 96,50 atau sekitar Rp 27.595 per liter per 13 April 2026, sebagaimana dilaporkan globalpetrolprices.com. Harga tersebut lebih tinggi dibandingkan Pertamax Turbo di Indonesia. Sebagai perbandingan, harga rata-rata bensin dunia berada di USD 1,44 per liter.

Malaysia justru menurunkan harga BBM efektif Kamis (16/4/2026). RON 95 dijual RM 4,02 per liter atau sekitar Rp 17.432 setelah turun 25 sen, sementara RON 97 dibanderol RM 5,10 per liter setelah turun 25 sen. Solar Semenanjung Malaysia ditetapkan RM 6,72 per liter setelah turun 75 sen.

Kebijakan subsidi yang kuat menjadikan Malaysia memiliki harga BBM relatif terjangkau untuk masyarakatnya. Indonesia, di sisi lain, mempertahankan struktur subsidi yang hanya berlaku untuk Pertalite dan Biosolar. Harga BBM subsidi di Indonesia tergolong rendah dibandingkan mayoritas negara tetangga.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *