Viral Dugaan Pelecehan Sesama Jenis di KRL Jakarta Kota-Bogor, KAI Sebut Hanya Kesalahpahaman

GEOSIAR.CO.ID 25 April 2026 Penulis : ph@geosiar.co.id

JAKARTA , GEOSIAR.CO.ID -Manajemen KAI Commuter buka suara menanggapi viral video keributan dua penumpang pria di dalam gerbong Commuter Line nomor 1388 relasi Jakarta Kota-Bogor pada Kamis (23/4/2026) malam.Insiden bermula dari dugaan tindakan tidak pantas terhadap salah satu pengguna yang memicu cekcok dan perkelahian di dalam kereta sekitar pukul 19.05 WIB.

Kedua pengguna akhirnya menyatakan kejadian tersebut merupakan kesalahpahaman posisi di dalam kereta dan sepakat menyelesaikan permasalahan secara kekeluargaan.

Manager Public Relations KAI Commuter Leza Arlan menyayangkan kegaduhan antar-pengguna yang terjadi di perjalanan Commuter Line tersebut. Video keributan beredar luas setelah diunggah akun Instagram @dramakrlcommuterline.

“Kejadian bermula saat salah seorang pengguna pada perjalanan Commuter Line tersebut diduga melakukan pelecehan kepada pengguna lainnya,” kata Leza kepada wartawan, Jumat (24/4/2026).

Leza menjelaskan salah satu pengguna merasa area sensitifnya tersentuh oleh penumpang pria lain di dalam kereta. Sentuhan tersebut memicu cekcok dan perkelahian antara kedua pengguna hingga membuat suasana gerbong tegang.

Petugas Pengamanan KRL yang berjaga di atas kereta segera bertindak setelah keributan mengganggu kenyamanan penumpang lain. Kedua pria diturunkan di Stasiun Pasar Minggu untuk dibawa ke Pos Pengamanan stasiun tersebut.

“Karena menimbulkan kegaduhan dan mengganggu kenyamanan pengguna lainnya, petugas Pengamanan KRL di atas kereta segera menangani dengan menurunkan keduanya untuk dibawa ke Pos Pengamanan Stasiun Pasar Minggu,” ujar Leza.

Petugas KAI Commuter selanjutnya meminta keterangan dari kedua pengguna dan melakukan mediasi di Pos Pengamanan. Hasil mediasi menunjukkan insiden terjadi akibat kesalahpahaman posisi saat keduanya berada di dalam gerbong yang padat.

Kedua pengguna sepakat menyelesaikan permasalahan secara kekeluargaan tanpa membawa perkara ke jalur hukum. Keduanya juga menyampaikan permohonan maaf atas kegaduhan yang telah dibuat di dalam Commuter Line.

“Keduanya menyadari adanya kesalahpahaman posisi saat berada di dalam Commuter Line. Kedua pengguna tersebut juga menyampaikan permohonan maaf karena telah membuat kegaduhan dan ketidaknyamanan bagi pengguna Commuter Line lainnya,” kata Leza.

KAI Commuter mengimbau seluruh pengguna untuk tidak membuat gaduh selama perjalanan Commuter Line maupun di area stasiun. Kenyamanan bersama disebut menjadi tanggung jawab seluruh pengguna transportasi publik.

“Selalu menghormati dan menjaga kenyamanan pengguna lainnya saat berada di dalam perjalanan Commuter Line,” ujar Leza.

Video keributan tersebut menjadi viral di media sosial dan menuai beragam komentar dari warganet. Dalam rekaman yang beredar, terlihat kedua pria saling adu mulut hingga sempat memanas sebelum dilerai oleh penumpang lain dan petugas pengamanan.

KAI Commuter sebelumnya telah menerapkan sistem CCTV Analytic untuk mendeteksi terduga pelaku tindak kriminal di lingkungan kereta dan stasiun. Sistem tersebut digunakan apabila kasus pelecehan terbukti melalui pemeriksaan dan korban memilih melapor ke jalur hukum.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *