Menteri Transmigrasi Iftitah Sulaiman: Rekrutmen Tim Ekspedisi Patriot 2026 Harus Transparan dan Bebas Titipan
Social Media
Communication
Bookmarking
Developer
Entertainment
Academic
Finance
Lifestyle
3 Juni 2026, ph@geosiar.co.id
JAKARTA, GEOSIAR.CO.ID —Menteri Transmigrasi Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara meminta seluruh perguruan tinggi mitra pelaksana rekrutmen Tim Ekspedisi Patriot (TEP) 2026 menjalankan proses seleksi secara transparan, objektif, profesional, dan akuntabel.
Arahan tersebut disampaikan menjelang pengumuman hasil seleksi TEP 2026 yang tahun ini mencatat tingginya minat peserta dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.
Kementerian Transmigrasi mencatat sebanyak 10.359 peserta dari sekitar 1.992 perguruan tinggi mendaftar dalam program tersebut. Jumlah itu jauh melampaui kuota yang tersedia, yakni sekitar 1.230 peserta dan 246 ketua tim.
“Keberhasilan Program Tim Ekspedisi Patriot tidak hanya diukur dari jumlah peserta yang diberangkatkan, tetapi juga dari kemampuan kita menjaga kepercayaan publik terhadap proses yang dijalankan,” kata Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara.
Iftitah menilai tingginya jumlah pendaftar menunjukkan semangat kepemimpinan, gotong royong, dan pengabdian generasi muda terhadap bangsa masih sangat kuat.
Kementerian Transmigrasi, lanjut dia, memberikan kepercayaan penuh kepada perguruan tinggi mitra untuk melaksanakan seleksi sesuai standar akademik, profesionalisme, dan integritas masing-masing institusi.
Karena itu, seluruh tahapan seleksi diminta berlangsung secara terbuka dan dapat dipertanggungjawabkan, termasuk dalam penyampaian kriteria serta mekanisme penilaian kepada peserta.
“Tim Ekspedisi Patriot tidak mencari peserta yang memiliki akses atau kedekatan paling kuat, melainkan peserta yang memiliki kapasitas terbaik untuk mengabdi kepada Indonesia. Lebih baik kita kehilangan peserta yang memiliki kedekatan, daripada kehilangan peserta terbaik yang memiliki kapasitas,” tegas Iftitah.
Ia juga memastikan tidak ada arahan, titipan, maupun permintaan khusus terkait kelulusan peserta tertentu dalam proses seleksi tersebut.
Selain itu, seluruh dokumen dan hasil penilaian diminta didokumentasikan dengan baik sebagai bentuk akuntabilitas sekaligus bahan evaluasi untuk pelaksanaan program berikutnya.
Iftitah mengingatkan peserta yang belum lolos seleksi tidak berarti memiliki kemampuan yang lebih rendah. Menurutnya, tingginya jumlah pendaftar yang memenuhi syarat membuat persaingan menjadi sangat ketat.
Sebagai tindak lanjut, Kementerian Transmigrasi akan membentuk Komunitas Sahabat Patriot sebagai wadah pembelajaran, pengembangan kapasitas, kolaborasi, dan pengabdian bagi para pendaftar.
“Seluruh pendaftar adalah aset bangsa. Yang membedakan hanyalah kesempatan dan waktu pengabdiannya,” ujar Iftitah.
www.geosiar.co.id
