Pemuda di Siantar Tewas Dikeroyok 6 Anggota Ormas, Ternyata Salah Sasaran
Social Media
Communication
Bookmarking
Developer
Entertainment
Academic
Finance
Lifestyle
ph@geosiar.co.id
PEMATANGSIANTAR,GEOSIAR.CO.ID – Seorang pemuda bernama Jaka Jannes Malau (24) tewas akibat menjadi korban salah sasaran sekelompok pria yang diduga anggota organisasi kemasyarakatan. Peristiwa terjadi di kawasan Taman Bunga, Jalan Merdeka, Kelurahan Dwikora, Kota Pematangsiantar, Sumatera Utara, pada Kamis malam, 28 Mei 2026.
Para pelaku berjumlah enam orang semula mencari pembuat tato yang berselisih dengan kelompok mereka. Polres Pematangsiantar telah menangkap dua tersangka pada 31 Mei 2026 dan menetapkan empat pelaku lain sebagai tersangka yang masih diburu.
Kasat Reskrim Polres Pematangsiantar Ajun Komisaris Polisi (AKP) Sandi Riz Akbar menjelaskan peristiwa terjadi di depan kawasan Taman Bunga yang berhadapan dengan Kantor Wali Kota Pematangsiantar. Korban sempat dilarikan ke rumah sakit sebelum mengembuskan napas terakhir keesokan harinya.
“Korban ini meninggal tanggal 29 Mei (2026),” kata Kasat Reskrim Polres Pematangsiantar AKP Sandi Riz Akbar saat dikonfirmasi wartawan, Jumat, 19 Juni 2026, sebagaimana dilaporkan Detikcom.
AKP Sandi Riz Akbar mengatakan dua tersangka yang sudah diamankan berinisial Franky Silaen (30) dan Rohit Panjaitan (24). Penangkapan dilakukan tiga hari setelah kejadian.
Empat pelaku lain telah ditetapkan sebagai tersangka, namun masih berstatus buron. Pencarian terus dilakukan oleh penyidik.
“Betul, anggota ormas. 4 pelaku lagi sudah kami tetapkan sebagai tersangka dan masih kami lakukan upaya pencarian,” ujar AKP Sandi Riz Akbar kepada wartawan, Jumat, 19 Juni 2026.
Hasil autopsi menunjukkan penyebab kematian korban berasal dari pendarahan di bagian otak belakang. Hasil visum sebelumnya menemukan sejumlah luka pada bagian kepala dan badan korban.
“Hasil autopsi, penyebab meninggalnya karena adanya pendarahan di bagian kepala belakang atau di bagian otak belakang,” kata AKP Sandi Riz Akbar kepada wartawan, Jumat, 19 Juni 2026.
Kasat Reskrim Polres Pematangsiantar tersebut menjelaskan motif berakar dari urusan pembuatan tato. Para pelaku keliru mengidentifikasi Jaka Jannes Malau sebagai rekan dari pembuat tato yang dituju.
“Jadi, lebih ke salah sasaran. Para pelaku mengira korban salah satu teman yang membuat tato ini,” ucap AKP Sandi Riz Akbar kepada wartawan, Jumat, 19 Juni 2026.
Berdasarkan keterangan keluarga yang dilaporkan Tribun Medan dan Kompas.com, peristiwa bermula ketika sebuah mobil berisi enam pria berhenti di depan Taman Bunga. Para pelaku turun dan menginterogasi seorang warga bermarga Haloho mengenai identitas pembuat tato yang dicari.
Saat tidak memperoleh jawaban memuaskan, perhatian para pelaku beralih ke Jaka Jannes Malau yang juga berada di lokasi. Korban diserang hingga jatuh tak berdaya sementara warga sekitar tidak berani memberikan pertolongan.
Kasus tersebut telah dilaporkan keluarga ke Polres Pematangsiantar dan kini memasuki tahap penyidikan lanjutan. Ibu korban, Dahlia, sebelumnya menyatakan kepada media bahwa anaknya bukan seorang pembuat tato sebagaimana sempat disebut dalam konferensi pers kepolisian.
