AHY Renovasi 1.400 Madrasah dengan Anggaran Rp4 Triliun
Social Media
Communication
Bookmarking
Developer
Entertainment
Academic
Finance
Lifestyle
ph@geosiar.co.id
SIDOARJO, GEOSIAR.CO.ID -Pemerintah terus memperkuat kualitas pendidikan keagamaan melalui program renovasi dan revitalisasi sekitar 1.400 madrasah di berbagai daerah. Program tersebut didukung anggaran mencapai Rp4 triliun sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia.
Komitmen itu disampaikan Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) saat meninjau pembangunan Pondok Pesantren Al-Khoziny di Kecamatan Buduran, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, Selasa (23/6/2026).
AHY mengatakan, pemerintah memastikan renovasi madrasah dilakukan sesuai tingkat kerusakan masing-masing agar penggunaan anggaran berjalan efektif dan tepat sasaran.
“Kami terus mengawal renovasi madrasah di seluruh Indonesia. Jumlahnya sekitar 1.400 madrasah di berbagai tingkatan. Ada yang rusaknya berat, ada yang rusaknya sedang. Semuanya kita coba lakukan perbaikan,” ujar AHY.
Menurutnya, pembangunan infrastruktur pendidikan merupakan investasi jangka panjang yang sangat penting dalam mencetak generasi unggul.
AHY menegaskan kualitas pendidikan tidak hanya ditentukan oleh kurikulum maupun kompetensi tenaga pendidik, tetapi juga ditopang oleh sarana dan prasarana yang aman, nyaman, serta layak digunakan.
Karena itu, program revitalisasi tidak hanya memperbaiki bangunan yang rusak, tetapi juga memastikan tersedianya fasilitas pendukung seperti sanitasi yang baik, akses air bersih, hingga lingkungan belajar yang sehat bagi siswa dan santri.
Dalam kesempatan itu, AHY juga meninjau progres pembangunan kembali Pondok Pesantren Al-Khoziny yang sempat terdampak musibah runtuhnya bangunan musala. Pemerintah mengalokasikan anggaran sekitar Rp122 miliar melalui APBN untuk membangun kembali kompleks pesantren tersebut.
“Saat ini progresnya sudah lebih dari 50 persen. Semoga pembangunan Pondok Pesantren Al-Khoziny ini dapat segera dituntaskan dan membawa keberkahan bagi para santri maupun masyarakat sekitar,” kata AHY.
Ia menjelaskan pembangunan kembali kompleks pesantren mencakup tiga fasilitas utama, yakni asrama santri yang mampu menampung sekitar 830 hingga 850 penghuni, masjid empat lantai berkapasitas sekitar 1.200 jamaah, serta gedung pendidikan dengan ruang kelas yang dirancang lebih aman dan nyaman.
AHY berharap pembangunan tersebut dapat meningkatkan kualitas proses belajar mengajar sekaligus memberikan rasa aman bagi para santri dan tenaga pendidik.
Program revitalisasi madrasah ini menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam memperkuat pendidikan keagamaan di berbagai daerah. Selain memperbaiki bangunan yang mengalami kerusakan sedang maupun berat, pemerintah juga ingin memastikan seluruh peserta didik memperoleh fasilitas pendidikan yang memadai.
Pondok Pesantren Al-Khoziny sendiri merupakan salah satu pesantren tertua di Jawa Timur yang berdiri sejak 1927 dan kini diasuh oleh KH Abdussalam Mujib.
Pemerintah berharap penyelesaian pembangunan pesantren tersebut dapat menjadi contoh pengembangan infrastruktur pendidikan keagamaan yang aman, modern, dan berkelanjutan.
