Ke Akmil Magelang, Menko AHY Tinjau Pembangunan IPAL Senilai Rp 11,4 M
Social Media
Communication
Bookmarking
Developer
Entertainment
Academic
Finance
Lifestyle
ph@geosiar.co.id
MAGELANG, GEOSIAR.CO.ID – Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), meninjau pembangunan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) serta Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di kompleks Akademi Militer (Akmil), Magelang, Jawa Tengah, Sabtu (11/7/2026).
Dalam kunjungan tersebut, AHY didampingi Kepala Balai Penataan Bangunan, Prasarana, dan Kawasan Jawa Tengah, Nanda Lasro Elisabet Sirait, yang menjelaskan perkembangan proyek infrastruktur air di lingkungan Akmil.
AHY mengatakan pembangunan SPAM telah rampung dan siap digunakan untuk memenuhi kebutuhan air minum para taruna. Air yang diproses melalui sistem pengolahan modern, termasuk teknologi sinar ultraviolet, dapat langsung dikonsumsi.
“Saya ingin melihat secara langsung progres pengerjaan proyek infrastruktur terkait dengan air. Yang pertama SPAM, kemudian IPAL,” ujar AHY.
Ia menjelaskan, sistem pengolahan tersebut memastikan air bebas dari bakteri sebelum dialirkan ke barak, paviliun, maupun flat yang ditempati para taruna.
Menurut AHY, ketersediaan air minum yang bersih sangat penting mengingat aktivitas fisik para taruna yang cukup tinggi sehingga membutuhkan asupan cairan yang memadai.
“Air tersebut bisa langsung dikonsumsi oleh para taruna. Mereka tidak boleh mengalami kekurangan cairan karena dapat menyebabkan dehidrasi dan berdampak fatal. Karena itu, instalasi ini menjadi fasilitas yang sangat penting,” katanya.
Selain meninjau SPAM, AHY juga melihat perkembangan pembangunan IPAL yang saat ini masih dalam tahap pengerjaan. Proyek tersebut bertujuan meningkatkan sistem pengelolaan air limbah di lingkungan Akmil agar lebih sehat dan ramah lingkungan.
Menurut AHY, pembangunan IPAL dilakukan untuk mengatasi persoalan genangan limbah dan bau tidak sedap yang selama ini muncul di beberapa titik kawasan Akmil.
“Ini sedang diperbaiki sistemnya dan ditargetkan selesai pada akhir tahun ini. Anggaran yang disiapkan sekitar Rp 11,4 miliar. Kami berharap setelah selesai, lingkungan Akademi Militer menjadi semakin sehat dan nyaman bagi seluruh penghuninya,” ujar AHY.
Ia juga berharap kapasitas infrastruktur air di Akmil dapat terus ditingkatkan seiring bertambahnya jumlah taruna pada masa mendatang.
Sementara itu, Kepala Balai Penataan Bangunan, Prasarana, dan Kawasan Jawa Tengah, Nanda Lasro Elisabet Sirait, menjelaskan pasokan air bersih untuk Akmil berasal dari mata air yang terlebih dahulu dialirkan melalui jaringan PDAM sebelum diproses kembali di fasilitas SPAM yang berada di lingkungan akademi tersebut.
