Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky: Jawa Timur Masuk Tiga Besar Ekspor Ekonomi Kreatif Nasional
Social Media
Communication
Bookmarking
Developer
Entertainment
Academic
Finance
Lifestyle
ph@geosiar.co.id
SURABAYA, GEOSIAR.CO.ID – Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya menyebut Jawa Timur konsisten menjadi salah satu provinsi dengan kinerja ekspor ekonomi kreatif terbaik di Indonesia. Provinsi ini masuk tiga besar nasional pada subsektor kriya, kuliner, pengembang gim (game developer), dan fotografi.
Pernyataan itu disampaikan Teuku Riefky saat menghadiri Jatim Media Summit 2026 di Surabaya.
“Jawa Timur konsisten berada di posisi tiga besar ekspor ekonomi kreatif nasional pada subsektor kriya, kuliner, game developer, dan fotografi,” ujar Teuku Riefky.
Menurutnya, capaian tersebut menunjukkan keberhasilan Jawa Timur mengembangkan ekonomi kreatif berbasis budaya lokal yang dipadukan dengan inovasi dan teknologi sehingga mampu bersaing di pasar internasional.
Berdasarkan data Januari hingga April 2026, ekspor subsektor kriya Jawa Timur mencapai 0,87 miliar dolar AS atau 22,9 persen dari total nasional sebesar 3,82 miliar dolar AS, sehingga menempati peringkat kedua nasional.
Pada subsektor game developer, Jawa Timur membukukan ekspor sebesar 5,56 juta dolar AS, atau 20,1 persen dari total nasional 27,5 juta dolar AS, juga berada di posisi kedua.
Sementara itu, ekspor subsektor kuliner mencapai 47,02 juta dolar AS, setara 16,8 persen dari total nasional sekitar 0,28 miliar dolar AS, menempatkan Jawa Timur di peringkat ketiga.
Untuk subsektor fotografi, nilai ekspor Jawa Timur tercatat 0,29 juta dolar AS, atau 6,2 persen dari total nasional 0,47 juta dolar AS, sehingga berada di posisi ketiga nasional.
Teuku Riefky mengatakan sektor ekonomi kreatif terus menjadi salah satu mesin pertumbuhan ekonomi nasional. Pada 2025, nilai investasi sektor ekonomi kreatif mencapai Rp183,01 triliun, atau sekitar 9,5 persen dari total investasi nasional.
Ia menilai pencapaian Jawa Timur menjadi bukti bahwa pengembangan sektor kreatif berbasis inovasi mampu meningkatkan daya saing daerah sekaligus membuka peluang usaha dan lapangan kerja baru.
Pemerintah, lanjut Teuku Riefky, akan terus mendorong penguatan ekosistem ekonomi kreatif melalui kolaborasi dengan pemerintah daerah, pelaku industri, dan pemanfaatan teknologi digital agar produk kreatif Indonesia semakin kompetitif di pasar global.
