AHY Pastikan Program Tiga Juta Rumah Terus Dipercepat
Social Media
Communication
Bookmarking
Developer
Entertainment
Academic
Finance
Lifestyle
ph@geosiar.co.id
JAKARTA, GEOSIAR.CO.ID – Pemerintah mempercepat pelaksanaan Program Tiga Juta Rumah dengan menggelar Akad Massal 62.000 Unit Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Subsidi dan Kredit Usaha Rakyat (KUR) Perumahan secara hybrid di 165 titik yang tersebar di 372 kabupaten/kota pada 36 provinsi.
Kegiatan yang dipusatkan di Kabupaten Batang, Jawa Tengah, itu dipimpin langsung Presiden Prabowo Subianto dan didampingi Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).
AHY mengatakan program tersebut menjadi bukti komitmen pemerintah dalam memperluas akses masyarakat berpenghasilan rendah terhadap hunian yang layak, berkualitas, dan terjangkau.
“Program ini merupakan wujud komitmen pemerintah untuk memperluas akses masyarakat berpenghasilan rendah terhadap hunian yang layak, berkualitas, dan terjangkau, sekaligus mempercepat implementasi Program Tiga Juta Rumah,” kata AHY.
Ia juga mengapresiasi Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), perbankan, pengembang, serta seluruh pihak yang terlibat dalam pelaksanaan akad massal tersebut.
“Apresiasi kepada Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman beserta seluruh pihak yang telah bekerja keras menyukseskan pelaksanaan program ini,” ujarnya.
AHY menegaskan rumah bukan sekadar bangunan, melainkan kebutuhan dasar yang menjadi fondasi kesejahteraan keluarga.
“Rumah bukan sekadar bangunan. Rumah adalah kebutuhan dasar yang menjadi fondasi bagi kehidupan yang lebih baik,” tegasnya.
Karena itu, pemerintah akan terus menghadirkan berbagai kebijakan dan terobosan untuk mempermudah masyarakat memiliki rumah melalui penguatan pembiayaan serta subsidi yang tepat sasaran.
“Pemerintah akan terus menghadirkan berbagai terobosan agar semakin banyak rakyat Indonesia dapat memiliki rumah sendiri, melalui penguatan pembiayaan perumahan serta penyaluran subsidi yang tepat sasaran, transparan, dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” jelas AHY.
Dalam kesempatan tersebut, AHY juga menyoroti pentingnya pembangunan kawasan yang terintegrasi dengan penyediaan perumahan.
Menurutnya, Kabupaten Batang menjadi contoh pengembangan kawasan industri, logistik, permukiman, dan infrastruktur yang berjalan secara bersamaan.
“Sebagai kawasan yang terus berkembang menjadi pusat industri, logistik, dan permukiman, Batang menunjukkan bahwa penyediaan hunian harus berjalan beriringan dengan pembangunan kawasan, konektivitas wilayah, serta infrastruktur dasar yang memadai,” katanya.
Ia menambahkan, pembangunan perumahan memiliki dampak luas terhadap pertumbuhan ekonomi karena mampu mendukung mobilitas tenaga kerja, meningkatkan produktivitas, dan memperkuat daya saing daerah.
“Rumah tidak hanya menjadi tempat tinggal, tetapi juga menopang mobilitas tenaga kerja, meningkatkan produktivitas, dan memperkuat daya saing wilayah,” ujar AHY.
AHY memastikan Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan akan terus memperkuat sinergi lintas kementerian dan lembaga, pemerintah daerah, sektor perbankan, pengembang, hingga pemangku kepentingan lainnya agar Program Tiga Juta Rumah berjalan berkelanjutan.
“Kemenko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan akan terus mendorong sinergi lintas kementerian/lembaga, pemerintah daerah, perbankan, pengembang, dan seluruh pemangku kepentingan agar pembangunan perumahan menjadi bagian dari pembangunan wilayah yang inklusif dan berkelanjutan,” tutupnya.
