AHY Bawa Perubahan, Kampung Kumuh di Gresik Disulap Jadi Kawasan Layak Huni
Social Media
Communication
Bookmarking
Developer
Entertainment
Academic
Finance
Lifestyle
ph@geosiar.co.id
GRESIK, GEOSIAR.CO.ID – Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) meresmikan kawasan hasil penataan permukiman kumuh di Kabupaten Gresik, Jawa Timur.
Penataan kawasan tersebut menjadi bagian dari program pemerintah untuk meningkatkan kualitas hunian masyarakat sekaligus menciptakan lingkungan yang lebih sehat, aman, dan nyaman.
Staf Khusus Bidang Komunikasi dan Informasi Publik Kementerian Koordinator Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Herzaky Mahendra Putra mengatakan, program penataan permukiman tidak hanya berorientasi pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga peningkatan kualitas hidup masyarakat.
“Program ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk meningkatkan kualitas hunian, menciptakan lingkungan yang lebih sehat, aman, dan layak, sekaligus menghadirkan kehidupan yang lebih baik bagi masyarakat,” ujar Herzaky dalam keterangannya, Sabtu.
Menurutnya, penataan kawasan permukiman menjadi salah satu prioritas pembangunan yang terus didorong pemerintah melalui kolaborasi antara kementerian, pemerintah daerah, dan berbagai pemangku kepentingan.
Program tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan Dana Alokasi Khusus (DAK) Tematik Penanganan Permukiman Kumuh Terpadu (PPKT) di Desa Campurejo, Kecamatan Panceng, Kabupaten Gresik.
Kawasan seluas 8,97 hektare itu mencakup 246 unit rumah warga. Penataan dilakukan melalui pembangunan dan peningkatan kualitas hunian, jalan lingkungan, drainase, jaringan air minum, sanitasi, serta sistem pengelolaan persampahan terpadu.
AHY menilai pembangunan infrastruktur harus memberikan dampak nyata bagi masyarakat, tidak hanya sekadar pembangunan fisik, tetapi juga mampu meningkatkan kesejahteraan dan mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.
Kunjungan kerja AHY di Jawa Timur pada 1–2 Agustus 2026 juga diisi dengan sejumlah agenda lain, termasuk menghadiri Surabaya Marathon di Kota Surabaya serta mengunjungi Pondok Pesantren Nurul Cholil di Bangkalan.
Melalui program penataan permukiman kumuh tersebut, pemerintah berharap masyarakat dapat menikmati lingkungan tempat tinggal yang lebih sehat, tertata, dan memiliki standar kelayakan yang lebih baik.
