Ada 1,03 Juta Sarjana Menganggur, Total Pengangguran Indonesia Tembus 7,22 Juta
Social Media
Communication
Bookmarking
Developer
Entertainment
Academic
Finance
Lifestyle
ph@geosiar.co.id
JAKARTA, GEOSIAR.CO.ID – Jumlah pengangguran di Indonesia pada Mei 2026 mencapai 7,22 juta orang. Dari angka tersebut, sebanyak 1.033.182 orang atau 14,31 persen merupakan lulusan sarjana terapan, S-1, S-2, dan S-3.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan jumlah pengangguran pada Mei 2026 turun sekitar 24 ribu orang dibandingkan Februari 2026. Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) juga turun 0,03 persen poin menjadi 4,65 persen.
Pada periode yang sama, jumlah angkatan kerja mencapai 155,41 juta orang, dengan 148,19 juta orang di antaranya telah bekerja.
Guru Besar Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada (FEB UGM), Prof. Dr. R. Agus Sartono, menilai tingginya pengangguran lulusan perguruan tinggi menunjukkan adanya ketidakseimbangan antara jumlah lulusan dan kemampuan pasar kerja dalam menyerap tenaga kerja.
Menurut Agus, persoalan tersebut semakin berat karena dunia usaha mulai meningkatkan penggunaan otomatisasi dan teknologi yang membuat kebutuhan tenaga kerja semakin selektif.
“Kewaspadaan diperlukan di tengah ancaman gelombang PHK akibat otomatisasi dan disrupsi teknologi,” ujar Agus, Selasa (11/8/2026), dikutip dari laman resmi UGM.
Agus memperkirakan sekitar 3,4 juta pencari kerja baru masuk ke pasar kerja setiap tahun. Jika digabungkan dengan pengangguran yang sudah ada, sedikitnya 10,62 juta orang harus bersaing mendapatkan kesempatan kerja.
Karena itu, pemerintah dinilai perlu menciptakan iklim usaha yang mampu memperluas lapangan pekerjaan sekaligus memperkuat pendidikan vokasi agar kompetensi lulusan lebih sesuai dengan kebutuhan industri.
Sementara itu, Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menyiapkan sejumlah program untuk memperluas kesempatan kerja, termasuk Program Pemagangan Nasional atau MagangHub dengan kuota 150.000 peserta tahun ini.
“Kami juga memiliki program pelatihan vokasi yang tahun ini kuotanya mencapai 340.000,” kata Direktur Jenderal Pembinaan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas Kemnaker RI, Darmawansyah.
Meski jumlah pengangguran masih tinggi, BPS mencatat jumlah penduduk yang bekerja pada Mei 2026 bertambah 522 ribu orang dibandingkan Februari 2026.
Kondisi tersebut menunjukkan pasar kerja Indonesia mulai mengalami perbaikan, meski tantangan penyerapan tenaga kerja, khususnya lulusan perguruan tinggi, masih cukup besar.
