Tambah 1 Siswa Korban Keracunan MBG Karo Dirujuk ke RS Adam Malik Medan
Social Media
Communication
Bookmarking
Developer
Entertainment
Academic
Finance
Lifestyle
ph@geosiar.co.id
MEDAN, GEOSIAR.CO.ID – Kasus dugaan keracunan makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Karo terus menjadi perhatian. Terbaru, satu siswa kembali dirujuk ke rumah sakit di Kota Medan untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.
Sekretaris Dinas Kesehatan Sumatera Utara Hamid Rijal Lubis mengatakan, terdapat tambahan siswa yang harus menjalani perawatan di rumah sakit rujukan. Berdasarkan informasi yang diterima, satu siswa dirujuk ke Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Haji Adam Malik Medan, sementara satu siswa lainnya masih menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Umum Haji Medan.
Siswa yang dirawat di RS Umum Haji Medan saat ini masih berada di ruang Pediatric Intensive Care Unit (PICU). Meski membutuhkan pengawasan khusus, kondisi pasien disebut mulai menunjukkan perkembangan yang positif.
Kepala Bagian Umum RS Umum Haji Medan, Anda Siregar, mengatakan berdasarkan hasil pemeriksaan medis, siswa tersebut mengalami keracunan makanan.
“Kalau dari sisi medis, bisa dikatakan keracunan makanan dan pasien masih berada di ruang PICU,” ujar Anda Siregar.
Ia menjelaskan kondisi pasien saat ini jauh lebih baik dibandingkan sebelumnya. Siswa tersebut sudah mulai mampu berbicara dan duduk.
“Kondisinya sebenarnya sudah mulai membaik, pasien sudah bisa duduk dan bicara. Mudah-mudahan lusa sudah bisa ke ruang rawat umum,” katanya.
Sementara itu, Dinas Kesehatan Sumatera Utara menyampaikan hasil pemeriksaan laboratorium terhadap sampel makanan yang diduga menjadi penyebab keracunan sudah selesai dilakukan.
Namun, hasil pemeriksaan tersebut belum diumumkan ke publik karena kewenangan penyampaian hasil berada pada Dinas Kesehatan Kabupaten Karo.
“Hasil lab sudah keluar dan sudah kami kirim ke Dinas Kesehatan Karo. Merekalah nanti yang berhak mengumumkan secara etika,” ujar Hamid Rijal Lubis.
Sebelumnya, ratusan siswa di Kabupaten Karo mengalami gangguan kesehatan setelah mengonsumsi makanan dari program MBG. Para siswa berasal dari sejumlah sekolah di Berastagi, termasuk SMAN 1 Berastagi dan Perguruan Bersama Berastagi.
Akibat kejadian tersebut, sejumlah siswa harus mendapatkan perawatan di fasilitas kesehatan karena mengalami keluhan seperti mual, muntah, hingga gangguan kesehatan lainnya setelah menyantap makanan MBG.
Pihak sekolah juga telah melakukan pendampingan terhadap para siswa terdampak. Guru-guru dikerahkan untuk membantu pemantauan kondisi siswa dan berkoordinasi dengan pihak keluarga maupun tenaga kesehatan.
Pemerintah Kabupaten Karo bersama instansi terkait masih melakukan penelusuran untuk mengetahui penyebab pasti kejadian tersebut. Pemeriksaan sampel makanan dilakukan untuk memastikan faktor yang menyebabkan ratusan siswa mengalami gangguan kesehatan.
Kasus ini menjadi perhatian karena program MBG merupakan salah satu program prioritas pemerintah dalam meningkatkan pemenuhan gizi bagi pelajar. Evaluasi terhadap proses penyediaan, pengolahan, hingga distribusi makanan terus dilakukan agar kejadian serupa tidak kembali terjadi.
Hingga kini, masyarakat masih menunggu hasil resmi pemeriksaan laboratorium yang akan menjadi dasar dalam penanganan dan evaluasi pelaksanaan program MBG di Kabupaten Karo.
