Puting Beliung Hantam Sei Bilah Medan, Warga Panik Atap Rumah Terbang
Social Media
Communication
Bookmarking
Developer
Entertainment
Academic
Finance
Lifestyle
ph@geosiar.co.id
MEDAN, GEOSIAR.CO.ID – Hujan deras disertai angin kencang dan puting beliung menerjang kawasan Jalan Sei Bilah, Kelurahan Babura, Kecamatan Medan Baru, Selasa (18/8/2026) malam. Akibat kejadian tersebut, puluhan atap rumah warga beterbangan hingga membuat sejumlah ruas jalan dipenuhi material bangunan.
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 18.30 WIB ketika hujan dengan intensitas tinggi mulai mengguyur wilayah tersebut. Warga yang berada di sekitar lokasi dibuat panik setelah angin tiba-tiba berembus sangat kencang dan merusak sejumlah bangunan.
Pantauan di lokasi, atap rumah warga yang terbuat dari seng terlihat berjatuhan ke badan jalan. Tidak hanya rumah penduduk, atap salah satu rumah ibadah juga dilaporkan ikut mengalami kerusakan akibat terpaan angin.
Kondisi jalan sempat terlihat porak poranda. Ranting pohon, sampah, hingga potongan seng dari atap rumah berserakan sehingga mengganggu aktivitas masyarakat dan arus kendaraan yang melintas.
Selain kerusakan bangunan, sejumlah kabel internet milik warga juga mengalami putus. Pemadaman listrik sempat terjadi sehingga kondisi kawasan tersebut gelap gulita.
Seorang warga Jalan Sei Bilah, Armed Simbolon, mengatakan kejadian berlangsung sangat cepat. Awalnya cuaca hanya mendung dan gerimis, namun tidak lama kemudian angin kencang datang secara tiba-tiba.
“Awalnya mendung, lanjut gerimis dan hujan tiba-tiba angin kencang kali. Baru rata seng itu semua. Seperti angin puting beliung,” ujar Armed.
Menurutnya, warga yang sedang berada di luar rumah langsung berhamburan masuk untuk menyelamatkan diri karena khawatir tertimpa material atap yang beterbangan.
“Semua panik, kami yang tadinya di luar rumah langsung masuk ke dalam rumah,” katanya.
Armed menyebutkan, berdasarkan pendataan awal Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Medan, terdapat sekitar 40 atap rumah warga di wilayah Kelurahan Babura yang mengalami kerusakan akibat angin kencang tersebut.
Bahkan, atap rumah kepala lingkungan setempat juga dilaporkan ikut terdampak.
Saat kejadian, masih terdapat sejumlah pengendara yang melintas di kawasan tersebut. Salah satu kendaraan bahkan sempat terkena material seng yang terlepas dari bangunan rumah ibadah.
“Kejadiannya cepat kali. Pengendara yang lewat langsung ngebut. Ada mobil yang kena atap, tapi langsung pergi,” ungkap Armed.
Warga lainnya, Sahan Maruli, mengatakan dirinya melihat langsung bagaimana pusaran angin datang dari arah Jalan Darussalam sebelum bergerak menuju kawasan Jalan Sei Bilah.
“Awalnya angin itu dari arah Jalan Darussalam, selang berapa lama anginnya seperti menggulung. Kami panik melihatnya,” ujar Sahan.
Tidak lama setelah itu, seng-seng rumah warga mulai beterbangan dan jatuh ke jalan.
“Tak berapa lama sudah berhamburan saja seng itu. Semua berterbangan,” katanya.
Hingga malam hari, belum ada laporan korban jiwa dalam kejadian tersebut. Petugas BPBD Kota Medan masih melakukan pendataan terhadap rumah warga yang terdampak serta membantu proses penanganan pascabencana.
Warga berharap pemerintah segera melakukan pendataan dan memberikan bantuan bagi masyarakat yang mengalami kerusakan rumah akibat terjangan angin puting beliung.
