Kuliah Sambil Kerja, Dhea Tewas dalam Perjalanan Pulang Jadi Korban Begal
Social Media
Communication
Bookmarking
Developer
Entertainment
Academic
Finance
Lifestyle
ph@geosiar.co.id
PALEMBANG, GEOSIAR.CO.ID – Perjuangan Adinda Dhea Puji Lestari menjalani kuliah sambil bekerja berakhir tragis. Perempuan berusia 21 tahun itu ditemukan tergeletak bersimbah darah di Jalan Jenderal Satibi Darwis, Kelurahan Keramasan, Kecamatan Kertapati, Palembang, Rabu (19/8/2026) dini hari.
Dhea diduga menjadi korban pencurian dengan kekerasan saat dalam perjalanan pulang setelah bekerja di sebuah restoran ramen di pusat perbelanjaan Palembang Icon.
Anak ketiga dari empat bersaudara itu diketahui masih kuliah semester tiga di Universitas Terbuka Palembang. Selama menjalani perkuliahan, Dhea juga bekerja untuk memenuhi kebutuhannya.
Sekitar pukul 01.30 WIB, seorang saksi bernama Fadil (18) yang sedang bekerja di tempat pembakaran kayu tidak jauh dari lokasi kejadian mendengar suara perempuan. Suara tersebut kemudian disusul bunyi seperti sepeda motor terjatuh.
“Kami bertiga sedang bekerja, lalu saya mendengar suara perempuan dan motor jatuh,” kata Fadil.
Fadil kemudian keluar mencari sumber suara. Ia melihat Dhea sudah tersungkur di tengah jalan dalam kondisi tidak bergerak.
“Saya lihat korban sudah tersungkur di aspal. Saya panik dan langsung memberitahu nenek saya,” ujarnya.
Warga kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada polisi. Petugas Polsek Kertapati bersama personel Reskrim, SPKT dan Inafis Polrestabes Palembang datang ke lokasi untuk melakukan pemeriksaan dan olah tempat kejadian perkara.
Dhea kemudian dievakuasi ke RS Bhayangkara Palembang. Namun, nyawanya tidak tertolong.
Ayah korban, Asyri (63), mengatakan putrinya memang selama ini menjalani aktivitas kuliah dan bekerja secara bersamaan. Meski terkadang pulang malam, Dhea biasanya sudah tiba di rumah sekitar tengah malam.
“Anak ini biasanya tidak pernah pulang terlalu larut. Paling tinggi pulang jam 12 malam, kadang jam 1,” kata Asyri saat ditemui di rumah duka.
Namun, malam itu Dhea pulang lebih larut karena harus mengikuti kegiatan general cleaning di tempatnya bekerja.
Dhea diketahui telah bekerja di restoran ramen tersebut selama sekitar tiga tahun. Pada hari kejadian, ia masuk kerja sejak pukul 08.00 hingga 17.00 WIB. Setelah itu, ia kembali ke gerai karena ada kegiatan pembersihan menyeluruh yang rutin dilakukan sekitar sebulan sekali.
Rekan kerja korban mengatakan Dhea baru meninggalkan tempat kerja sekitar tengah malam. Bahkan, korban sempat mengunggah aktivitasnya di gerai melalui TikTok.
“Memang hari itu masuk pagi dari jam 8 sampai jam 5 sore. Tapi malamnya kembali lagi ke outlet karena ada general cleaning,” kata rekan kerja korban.
Dugaan Dhea menjadi korban begal semakin menguat setelah sepeda motor yang dikendarainya tidak ditemukan di lokasi kejadian.
“Kayaknya kena begal dia ini. Motornya hilang,” kata Asyri.
Sejumlah barang milik korban masih ditemukan, termasuk kartu identitas dan telepon seluler yang kemudian diamankan polisi.
“HP ada di polisi. KTP ada. Cuma motor saja yang dibawa,” ujarnya.
Kapolsek Kertapati Palembang AKP Hermansyah mengatakan polisi masih mendalami dugaan tindak pidana pencurian dengan kekerasan dalam kasus tersebut.
“Korban saat itu diketahui mengendarai sepeda motor. Namun setelah peristiwa terjadi, motor korban tidak ditemukan di TKP,” kata Hermansyah.
Polisi belum menyimpulkan secara pasti kronologi maupun pelaku dalam kejadian tersebut. Penyelidikan masih dilakukan untuk mengetahui penyebab korban terjatuh hingga meninggal dunia sekaligus mengungkap keberadaan sepeda motor milik korban.
Sementara itu, di wilayah berbeda, Satreskrim Polres Pelabuhan Belawan mengungkap kasus begal dengan menangkap dua tersangka berinisial DS (22) dan YKP (20).
Keduanya ditangkap terkait kasus pencurian dengan kekerasan terhadap Bayu Pratama di Jalan Pembatasan KIM V, Desa Saentis, Jumat (14/8/2026).
Kasat Reskrim Polres Pelabuhan Belawan AKP Agus Purnomo mengatakan korban saat itu sedang mengendarai sepeda motor dari arah Mabar Pasar IV menuju KIM V.
Saat melintas, korban berpapasan dengan tiga pria yang berboncengan satu sepeda motor. Para pelaku kemudian mencabut kunci kontak kendaraan korban hingga korban terjatuh.
“Dua pelaku menodongkan pisau meminta dompet dan ponsel korban. Mereka mengambil sepeda motor, dompet, dan telepon seluler milik korban,” ujar Agus, Senin (17/8/2026).
Korban sempat melawan dengan menendang sepeda motor pelaku hingga terjatuh. Namun, salah seorang pelaku membalas dengan menusukkan pisau ke paha kiri korban sebelum melarikan diri.
