Ahli Forensik Bantah Boy Simamora Tewas Diterkam Buaya
Social Media
Communication
Bookmarking
Developer
Entertainment
Academic
Finance
Lifestyle
ph@geosiar.co.id
TAPANULI TENGAH, GEOSIAR.CO.ID – Kematian Boy Simamora (21), warga Desa Sampang Maruhur, Kecamatan Sirandorung, Kabupaten Tapanuli Tengah, memasuki babak baru.
Hasil gelar perkara yang dilakukan Satreskrim Polres Tapanuli Tengah menyatakan penyebab kematian korban tidak sesuai dengan dugaan awal yang menyebut Boy diterkam buaya.
Gelar perkara digelar pada Rabu (15/7/2026) dan dihadiri penyidik, dokter forensik RSUD Pandan, keluarga korban, serta kuasa hukum. Dalam forum tersebut, penyidik memaparkan hasil pemeriksaan saksi dan autopsi terhadap jasad korban.
Kuasa hukum keluarga, Parlaungan Silalahi, mengatakan dokter forensik menyimpulkan Boy meninggal akibat mati lemas karena saluran pernapasan terhalang setelah mengalami trauma benda tumpul.
Menurutnya, hasil autopsi juga tidak menemukan luka yang khas akibat gigitan atau serangan buaya.
“Ahli forensik menyatakan penyebab kematian adalah mati lemas akibat trauma benda tumpul dan bukan karena diterkam atau dimakan buaya,” kata Parlaungan.
Berdasarkan temuan tersebut, keluarga menduga kematian Boy berkaitan dengan tindak pidana. Namun, mereka menyerahkan sepenuhnya kepada kepolisian untuk mengungkap siapa yang bertanggung jawab.
Keluarga juga meminta penyidik memeriksa kembali lima teman korban yang diketahui bersama Boy sebelum ia ditemukan meninggal. Selain itu, mereka meminta polisi kembali meminta keterangan Titus Siregar, saksi yang pertama kali menyampaikan informasi bahwa korban diduga diterkam buaya.
Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Tapanuli Tengah Iptu Dian Agustian Perdana membenarkan hasil forensik menunjukkan korban kemungkinan masih hidup saat masuk ke dalam air dan mengalami trauma akibat benda tumpul.
Meski demikian, ia menegaskan penyelidikan masih berlangsung. Polisi belum menyimpulkan adanya pembunuhan maupun menetapkan tersangka dalam perkara tersebut.
“Tindak lanjutnya, kami akan melanjutkan penyelidikan dan mendatangi lokasi-lokasi yang dapat menguatkan pembuktian dalam perkara ini,” ujar Dian.
Hingga saat ini, Polres Tapanuli Tengah telah memeriksa sekitar 20 saksi, termasuk keluarga korban, teman-temannya, serta petugas keamanan perusahaan di sekitar lokasi penemuan jenazah.
Polisi menyatakan seluruh fakta dan alat bukti masih terus didalami untuk memastikan penyebab pasti kematian Boy Simamora.
