Anak Eks Pejabat Gayo Lues Minta Maaf Usai Viral Flexing Gaya Hidup Mewah
Social Media
Communication
Bookmarking
Developer
Entertainment
Academic
Finance
Lifestyle
ph@geosiar.co.id
GAYO LUES, GEOSIAR.CO.ID – Dea Arranoya, anak mantan Asisten I Sekretariat Daerah Kabupaten Gayo Lues, Aceh, menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada masyarakat setelah unggahan media sosialnya yang memperlihatkan gaya hidup mewah atau flexing menjadi sorotan publik.
Dalam surat terbuka yang ditandatangani di Banda Aceh pada 22 Juli 2026, Dea mengaku menyesali perbuatannya dan menyadari unggahan tersebut tidak bijak serta menimbulkan kegaduhan
“Saya menyadari bahwa beberapa waktu lalu telah melakukan perbuatan flexing atau memamerkan gaya hidup yang tidak bijak,” tulis Dea.
Ia mengakui tindakannya dapat melukai perasaan masyarakat, terutama di tengah kondisi ekonomi yang masih sulit bagi sebagian warga. Menurutnya, unggahan tersebut juga menimbulkan persepsi yang keliru dan tidak memberikan dampak positif.
Dea juga menjelaskan mengenai unggahan yang memperlihatkan deretan jeriken bahan bakar minyak (BBM). Menurutnya, konten tersebut merupakan unggahan lama yang dipublikasikan pada 9 Desember 2025.
“Saya mengaku salah dan sama sekali tidak mencari pembenaran atas tindakan yang telah saya lakukan. Unggahan-unggahan tersebut adalah murni kelalaian, ketidakdewasaan, dan kurang bijaksananya saya dalam memanfaatkan media sosial,” ujarnya.
Sebagai bentuk tanggung jawab, Dea mengaku telah menghapus seluruh unggahan yang dianggap tidak pantas dari akun media sosialnya.
Ia juga berjanji akan melakukan introspeksi diri dan lebih bijak dalam menggunakan media sosial ke depan.
“Dengan adanya kejadian saya benar-benar terpuruk dan sangat menyesal. Saya berharap pintu maaf dapat terbuka untuk kesalahan yang telah saya perbuat,” katanya.
Dea menegaskan permohonan maaf tersebut dibuat dengan penuh kesadaran tanpa adanya paksaan dari pihak mana pun.
Sebelumnya, ayah Dea, Nevirizal, memutuskan mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Asisten Pemerintahan, Keistimewaan Aceh, dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekretariat Daerah Kabupaten Gayo Lues.
Keputusan itu disampaikan melalui surat kepada Bupati Gayo Lues pada Kamis (23/7/2026).
Nevirizal menyatakan pengunduran dirinya merupakan bentuk tanggung jawab moral atas polemik yang melibatkan anggota keluarganya dan telah memengaruhi kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah.
“Meskipun persoalan tersebut bersifat pribadi, saya menyadari bahwa sebagai pejabat publik saya memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga integritas, etika, dan kepercayaan masyarakat terhadap lembaga,” ujar Nevirizal.
