Daftar Usia Harapan Hidup di ASEAN 2026, Indonesia Peringkat Keenam
Social Media
Communication
Bookmarking
Developer
Entertainment
Academic
Finance
Lifestyle
ph@geosiar.co.id
JAKARTA, GEOSIAR.CO.ID – Singapura kembali menjadi negara dengan usia harapan hidup tertinggi di kawasan Asia Tenggara (ASEAN) pada 2026. Berdasarkan data World Population Review, rata-rata usia harapan hidup penduduk Singapura mencapai 84,1 tahun.
Rinciannya, usia harapan hidup perempuan di Singapura mencapai 86,60 tahun, sedangkan laki-laki 81,68 tahun. Angka tersebut menjadi yang tertinggi di antara seluruh negara ASEAN.
Di posisi kedua terdapat Malaysia dengan rata-rata usia harapan hidup 77,2 tahun. Posisi berikutnya ditempati Thailand dengan 77,1 tahun, disusul Brunei Darussalam 75,8 tahun dan Vietnam 75,0 tahun.
Sementara itu, Indonesia berada di peringkat keenam dengan rata-rata usia harapan hidup 71,6 tahun. Angka tersebut terdiri dari 73,77 tahun untuk perempuan dan 69,42 tahun untuk laki-laki.
Usia harapan hidup Indonesia masih lebih tinggi dibandingkan Kamboja (71,1 tahun), Filipina (70,2 tahun), Laos (69,7 tahun), Timor-Leste (68,3 tahun), dan Myanmar (67,5 tahun).
Usia harapan hidup merupakan perkiraan rata-rata lamanya seseorang dapat hidup sejak lahir apabila pola kematian pada suatu periode tetap berlaku sepanjang hidupnya.
Indikator ini sering digunakan untuk mengukur tingkat kesehatan masyarakat, kualitas hidup, kondisi ekonomi, hingga efektivitas sistem pelayanan kesehatan suatu negara.
Berikut daftar usia harapan hidup di negara-negara ASEAN pada 2026:
- Singapura: 84,1 tahun
- Malaysia: 77,2 tahun
- Thailand: 77,1 tahun
- Brunei Darussalam: 75,8 tahun
- Vietnam: 75,0 tahun
- Indonesia: 71,6 tahun
- Kamboja: 71,1 tahun
- Filipina: 70,2 tahun
- Laos: 69,7 tahun
- Timor-Leste: 68,3 tahun
- Myanmar: 67,5 tahun
Data tersebut menunjukkan masih adanya kesenjangan usia harapan hidup di kawasan ASEAN. Negara dengan sistem kesehatan yang lebih maju, tingkat kesejahteraan yang tinggi, serta akses layanan medis yang lebih baik cenderung memiliki angka harapan hidup yang lebih panjang. Sebaliknya, peningkatan kualitas layanan kesehatan, pemerataan fasilitas medis, perbaikan gizi, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat dinilai menjadi faktor penting untuk meningkatkan usia harapan hidup di negara-negara yang masih berada di bawah rata-rata kawasan.
