Belasan Pelajar di Medan Diamankan Polisi, Diduga Hendak Tawuran Bawa Senjata
Social Media
Communication
Bookmarking
Developer
Entertainment
Academic
Finance
Lifestyle
ph@geosiar.co.id
MEDAN, GEOSIAR.CO.ID – Aksi tawuran antarpelajar kembali terjadi di Kota Medan. Polisi mengamankan sejumlah siswa yang diduga hendak terlibat tawuran di dua lokasi berbeda pada Jumat (7/8/2026).
Di kawasan Jalan Pasar 5 Timur, Desa Medan Estate, Kecamatan Percut Sei Tuan, dua pelajar diamankan oleh personel Unit Reskrim Polsek Medan Tembung bersama Dit Shabara Polda Sumut.
Kapolsek Medan Tembung Kompol Ras Maju Tarigan membenarkan adanya penanganan terhadap dua pelajar yang diduga hendak melakukan tawuran.
Kedua pelajar tersebut berinisial DP (15) dan AHL (15). Dari tangan mereka, polisi mengamankan sejumlah barang bukti berupa satu unit handphone iPhone 14, satu unit sepeda motor Honda Vario warna hitam dengan nomor polisi BK 3013 AJB, serta sebuah bendera bertuliskan “Mapi 2728”.
“Kemudian piket Reskrim menerima dan mengamankan dua orang laki-laki yang diduga melakukan tawuran tersebut dalam keadaan sehat, sementara rekan lainnya melarikan diri,” ujar Kompol Ras Maju Tarigan.
Selanjutnya, kedua pelajar tersebut diserahkan kepada penyidik pembantu untuk menjalani proses lebih lanjut.
Selain di Percut Sei Tuan, polisi juga mengamankan 14 pelajar yang diduga terlibat rencana tawuran di depan SMA Harapan Mandiri, Jalan Brigjen Zein Hamid, Medan, Jumat siang.
Belasan pelajar tersebut diamankan oleh personel Polsek Deli Tua karena diduga hendak melakukan tawuran dengan siswa dari sekolah lain.
Kapolsek Deli Tua AKP Kenedy Sitompul mengatakan, para pelajar yang diamankan berasal dari tiga sekolah, yakni SMA Yapim Sibiru-biru, SMA YPI Deli Tua, dan SMP Negeri 28.
“Ada 14 orang pelajar yang kita amankan karena terlibat aksi tawuran. Para pelaku itu berasal dari Sekolah Yapim, SMP 28 dan Sekolah YPI,” kata AKP Kenedy Sitompul.
Saat dilakukan pemeriksaan, polisi menemukan sejumlah barang yang diduga akan digunakan dalam aksi tawuran, di antaranya pentungan baseball dan anak panah berbahan besi.
Meski demikian, para pelajar tersebut tidak dilakukan penahanan. Polisi memilih melakukan pembinaan dan akan memanggil pihak sekolah serta orangtua masing-masing.
Polisi mengingatkan agar para pelajar tidak terlibat aksi kekerasan yang dapat membahayakan diri sendiri maupun orang lain. Pihak kepolisian juga meminta peran aktif orangtua dan sekolah dalam mengawasi aktivitas para siswa.
