Delapan Pinjol Masuk Pengawasan Khusus OJK, Tersandung Modal dan Kredit Macet
Social Media
Communication
Bookmarking
Developer
Entertainment
Academic
Finance
Lifestyle
ph@geosiar.co.id
JAKARTA, GEOSIAR.CO.ID – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menempatkan delapan penyelenggara pinjaman online (pinjol) dalam pengawasan khusus akibat persoalan permodalan dan tingginya tingkat kredit bermasalah. Regulator memberi kesempatan kepada perusahaan tersebut untuk melakukan pembenahan sebelum mengambil langkah lanjutan, termasuk kemungkinan pencabutan izin usaha.
Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya OJK, Agusman, mengatakan delapan perusahaan itu masuk dalam pengawasan khusus karena belum memenuhi ketentuan yang dipersyaratkan regulator.
“Saat ini terdapat delapan penyelenggara pinjol yang masuk dalam pengawasan khusus dengan faktor utama karena masalah permodalan dan/atau tingginya tingkat risiko kredit macet secara agregat (TWP90),” kata Agusman dalam keterangan tertulis di Jakarta, Minggu (7/6/2026).
Agusman menjelaskan setiap penyelenggara yang berada dalam pengawasan khusus terlebih dahulu diminta menyusun langkah perbaikan sesuai ketentuan yang berlaku.
“Perbaikan tersebut meliputi pemenuhan persyaratan permodalan serta peningkatan kualitas pembiayaan sebelum dilakukan langkah pengawasan lanjutan, termasuk kemungkinan pencabutan izin usaha,” ujarnya.
OJK menilai persoalan modal dan kualitas pembiayaan menjadi dua faktor utama yang menentukan kesehatan industri pinjaman online. Tingginya tingkat wanprestasi lebih dari 90 hari atau TWP90 dapat meningkatkan risiko bagi perusahaan maupun pemberi dana.
Meski demikian, OJK menilai kondisi industri secara umum masih tumbuh positif. Hingga April 2026, outstanding pembiayaan pinjaman online tercatat mencapai Rp102,07 triliun atau tumbuh 26,11 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara tingkat wanprestasi 90 hari secara industri berada pada level 4,62 persen.
Menurut Agusman, pergerakan TWP90 dipengaruhi oleh kualitas pembiayaan dan kemampuan bayar peminjam di masing-masing platform.
“TWP90 industri pinjol ke depan diperkirakan tetap terjaga meskipun dipengaruhi dinamika perekonomian dan kualitas pengelolaan risiko masing-masing penyelenggara,” katanya.
Untuk menjaga kualitas pembiayaan, OJK mendorong seluruh penyelenggara memperkuat manajemen risiko, meningkatkan sistem penilaian kredit berbasis data, serta memperketat penerapan prinsip kehati-hatian dalam penyaluran pinjaman. Pengawasan khusus terhadap delapan perusahaan tersebut menjadi bagian dari upaya OJK menjaga stabilitas industri keuangan digital sekaligus melindungi masyarakat yang menggunakan layanan pinjaman online berizin.
