Diet Tak Harus Mahal, Makan di Warteg Juga Bisa Tetap Sehat
Social Media
Communication
Bookmarking
Developer
Entertainment
Academic
Finance
Lifestyle
ph@geosiar.co.id
JAKARTA, GEOSIAR.CO.ID – Banyak orang masih menganggap bahwa menjalani pola makan sehat identik dengan makanan berharga mahal seperti salad, quinoa, atau menu khusus diet lainnya. Namun, anggapan tersebut dinilai kurang tepat. Spesialis Gizi Klinik, dr. Igus Ulfa Yaze, SpGK, menegaskan bahwa kunci utama pola makan sehat bukan terletak pada harga makanan, melainkan pada pemilihan menu dan pengaturan porsinya.
Menurut dr. Yaze, masyarakat tetap dapat memenuhi kebutuhan gizi harian meski makan di warung makan sederhana atau warteg. Ia menyarankan agar setiap porsi makanan terdiri dari satu sumber protein, seperti ayam, telur, ikan, atau tahu dan tempe, yang kemudian dilengkapi dengan sayuran serta nasi dalam jumlah yang sesuai. Kombinasi tersebut dinilai mampu memberikan asupan gizi yang lebih seimbang tanpa harus mengeluarkan biaya besar.
Ia juga menekankan bahwa menjalani diet bukan berarti harus selalu mengonsumsi makanan yang sedang tren atau memiliki harga tinggi. Selama seseorang mampu memilih jenis makanan yang tepat serta mengontrol jumlah konsumsi, tujuan menjaga berat badan dan kesehatan tetap dapat tercapai. Karena itu, warteg dapat menjadi salah satu pilihan tempat makan yang ramah di kantong sekaligus mendukung pola makan sehat.
Lebih lanjut, dr. Yaze mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terpengaruh anggapan bahwa makanan sehat selalu mahal. Menurutnya, konsep diet yang benar adalah membangun kebiasaan makan yang seimbang dan berkelanjutan, bukan sekadar mengikuti tren. Dengan memilih lauk berprotein, memperbanyak sayuran, serta membatasi porsi makanan sesuai kebutuhan, siapa pun dapat menerapkan gaya hidup sehat tanpa harus membebani pengeluaran sehari-hari.
