Iran Klaim Paksa Mundur Dua Kapal Perusak AS dari Selat Hormuz, Ancam Serang dalam 30 Menit

GEOSIAR.CO.ID 14 April 2026 Penulis : ph@geosiar.co.id

JAKARTA, GEOSIAR.CO.IDKorps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengklaim berhasil memaksa mundur dua kapal perusak Angkatan Laut Amerika Serikat dari Selat Hormuz setelah mengeluarkan peringatan serangan dalam waktu 30 menit, Sabtu (11/4/2026).

Kedua kapal yang dimaksud adalah USS Frank E. Peterson (DDG 121) dan USS Michael Murphy (DDG 112), keduanya kapal perusak berpeluru kendali kelas Arleigh Burke.

Insiden ini terjadi bersamaan dengan perundingan damai AS-Iran di Islamabad, Pakistan, yang akhirnya berakhir tanpa kesepakatan pada Minggu (12/4/2026).

Menurut laporan kantor berita Iran, Fars, peringatan itu disampaikan Iran langsung kepada delegasinya di Islamabad, yang kemudian diteruskan ke pihak AS melalui perantara Pakistan. Iran menyebut kedua kapal perusak itu mencoba menyamar sebagai kapal komersial milik Oman dan memilih rute perairan dangkal untuk menghindari deteksi.

Komando Pusat AS (CENTCOM) membantah versi Iran. CENTCOM menyatakan kedua kapal beroperasi untuk misi pembersihan ranjau laut yang dipasang IRGC, sebagai bagian dari upaya membuka jalur aman bagi pelayaran internasional.

IRGC merilis video yang diklaim sebagai bukti kapal perusak AS bergerak mundur dari kawasan Selat Hormuz setelah mendapat peringatan. Dalam pernyataan resminya, IRGC menegaskan Angkatan Laut Iran memiliki kendali penuh atas jalur tersebut.

“Setiap upaya kapal perang untuk melintasi Selat Hormuz akan dicegah secara tegas. Hanya kapal sipil yang diizinkan melintas dengan kondisi tertentu,” kata IRGC dalam pernyataan yang dikutip kantor berita Fars, Minggu (12/4/2026).

Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei turut mempertegas ancaman itu. Khamenei menyebut kapal perang AS tidak ada apa-apanya dibanding kekuatan yang sanggup menenggelamkannya, bersamaan dengan Iran melakukan uji tembak rudal ke arah Selat Hormuz.

Merespons kegagalan perundingan Islamabad, Presiden AS Donald Trump memerintahkan blokade total Selat Hormuz mulai Senin (13/4/2026). Trump menyebut Iran melakukan pemerasan terhadap dunia dengan menarik tol dari kapal yang melintas. Angkatan Laut AS juga diperintahkan mencegat setiap kapal di perairan internasional yang kedapatan membayar bea kepada Iran.

Selat Hormuz merupakan jalur strategis yang mengalirkan sekitar 20 persen konsumsi minyak dunia. Pemblokadean jalur ini berpotensi memperparah krisis energi global yang sudah berdampak pada kenaikan harga avtur dan tarif transportasi di berbagai negara, termasuk Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *