Kadin Ajak 7 Perusahaan China untuk Pasok Telur dan Ayam MBG, Kebutuhan Nasional 24 Juta Butir per Hari

GEOSIAR.CO.ID 22 April 2026 Penulis : ph@geosiar.co.id

JAKARTA, GEOSIAR.CO.ID -Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menjajaki kerja sama dengan tujuh perusahaan asal China untuk menggarap hilirisasi industri unggas nasional.

Kerja sama tersebut ditujukan menambal kebutuhan pasokan ayam, telur, dan susu program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang mencapai 24 juta butir telur dan 80 juta paha ayam per hari secara nasional. Kesepakatan awal dijajaki dalam pertemuan bisnis di Menara Kadin, Jakarta, Selasa (21/4/2026).

Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya Novyan Bakrie menekankan kerja sama tersebut memiliki urgensi penting untuk mendukung keberlanjutan program MBG. Indonesia saat ini belum dapat dikategorikan surplus pangan untuk komoditas telur hingga susu.

“Dalam perhitungan kami, program ini membutuhkan 24 juta telur per hari atau 700 juta telur lebih per bulan secara nasional,” kata Anindya dalam sesi pertemuan bisnis dengan gabungan pengusaha industri telur asal China di Menara Kadin, Jakarta, Selasa (21/4/2026).

Anindya mencontohkan kebutuhan stok pangan untuk MBG di Provinsi Aceh. Kadin menghitung setidaknya diperlukan 600.000 butir telur per hari untuk kepentingan dapur MBG di Aceh.

Pemerintah menargetkan pembangunan 30.000 dapur MBG di seluruh Indonesia. Kadin berencana terlibat dalam pembangunan 1.000 dapur di antaranya dengan menggunakan sumber daya sendiri.

“Presiden Indonesia melihat ini sebagai proyek prioritas, dengan 30.000 dapur, di mana Kadin berencana untuk terlibat dalam 1.000 dari 30.000 dapur, menggunakan sumber daya kita sendiri,” ujar Anindya.

Selain telur, kebutuhan pasokan ayam potong juga mendesak untuk memenuhi target pemenuhan protein siswa penerima MBG. Indonesia membutuhkan 80 juta paha ayam per hari untuk memenuhi kebutuhan 80 juta siswa.

Tujuh perusahaan China yang dijajaki kerja sama meliputi Hubei Shendi Biological Technology, Henan Xingjyi Equipment, Shandong Yuwang Food Group, Fuzhou Min-Tai Machinery, Animal Nutrition Shenzen Red Biotechnology, Shandong Bangshengda Biotechnology, dan Geren Food Group. Masing-masing perusahaan memiliki spesifikasi berbeda mulai dari agroteknologi, operasional produksi ayam, hingga pengaturan rantai pasok.

Pimpinan delegasi industri unggas China Wang Zhongqiang menyatakan kesiapan para perusahaan membangun hilirisasi industri unggas di Indonesia. Delegasi China juga memiliki rencana mendirikan pabrik di Indonesia.

“Tujuan dari bisnis ini sebenarnya, mereka (pengusaha) berharap dapat mengekspor lebih banyak produk dari Tiongkok ke pasar Indonesia. Selain itu, beberapa delegasi sebenarnya memiliki rencana untuk mendirikan pabrik di Indonesia,” kata Wang di Menara Kadin, Jakarta, Selasa (21/4/2026).

Wang menjelaskan kesiapan perusahaan China di seluruh lini rantai pasok unggas. Cakupannya meliputi suplai pakan ayam, peralatan peternakan, serta bioteknologi untuk inovasi produksi ayam dan produk turunannya.

“Kami juga memiliki salah satu rumah potong hewan yang sangat besar di Tiongkok dan mereka menyembelih sekitar 120 juta ayam per tahun,” ucap Wang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *