Menkes Bongkar! 10% Orang Terkaya Ternyata Masih Nikmati Subsidi BPJS, Siap Dialihkan!

GEOSIAR.CO.ID 16 April 2026 Penulis : ph@geosiar.co.id

JAKARTA, GEOSIAR.CO.ID -Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengungkap masih ada sekitar 10 persen masyarakat dari kelompok ekonomi teratas yang menerima bantuan iuran program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) BPJS Kesehatan.

Fakta itu terungkap setelah sinkronisasi data penerima bantuan iuran dengan Badan Pusat Statistik (BPS). Pernyataan itu disampaikan dalam rapat kerja bersama Komisi IX Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Rabu (15/4/2026).

“Bahwa uang yang kita bayarkan itu tidak semuanya untuk 50 persen orang termiskin. Ada juga yang 10 persen orang terkaya pun kita bayarkan setelah kita konsolidasikan data di BPS,” kata Budi, sebagaimana dilaporkan Detik.com.

Pada kategori Penerima Bantuan Iuran (PBI) JKN yang iurannya sepenuhnya ditanggung pemerintah sebesar Rp42 ribu per bulan, ditemukan ketidaktepatan sasaran. Dari total sekitar 96,8 juta peserta PBI, sebanyak 47 ribu di antaranya dinilai tidak tepat sasaran.

Budi bahkan mencontohkan bahwa Sekretaris Jenderal Kementerian Kesehatan, Kunta Wibawa Dasa Nugraha, pernah masuk dalam daftar tersebut.

“PBI yang dibayarkan Kemenkes, itu masih ada dari 96 jutaan itu 47 ribu yang kurang tepat sasaran. Saya kalau boleh bercanda sedikit, Pak Kunta, Sekjen saya, dulu masuk di situ, pernah,” kata Budi.

Ketidaktepatan sasaran juga terjadi di luar kategori PBI. Sebanyak 35 juta penerima subsidi JKN pada kategori Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) Mandiri dinilai tidak tepat sasaran. Sekitar 11 juta peserta PBPU lainnya juga mengalami hal serupa.

Pemerintah berencana mengalihkan alokasi dari kelompok teratas ke kelompok yang lebih membutuhkan.

“Jadi ada beberapa teman kita di Desil 5 yang belum bisa masuk PBI. Lebih baik kita kurangi yang Desil 10, yang 10 persen terkaya, kita hapus dan kita alihkan kuotanya ke Desil 5,” ujar Budi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *