Menko AHY dan Dewan Maritim Rusia Sepakati Kerja Sama PLTN Terapung hingga Kapal Cepat
Social Media
Communication
Bookmarking
Developer
Entertainment
Academic
Finance
Lifestyle
3 Juni 2026, ph@geosiar.co.id
MOSKOW, GEOSIAR.CO.ID —Pemerintah Indonesia dan Rusia menyepakati perluasan kerja sama di bidang infrastruktur maritim, energi, dan logistik.
Kesepakatan tersebut dicapai dalam Konsultasi Bilateral Kedua antara Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dengan Penasihat Presiden sekaligus Ketua Dewan Maritim Rusia Nikolai Patrushev di Moskow, Rusia, Senin (1/6/2026).
Kerja sama yang dibahas mencakup pembangunan pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) terapung, industri galangan kapal, pengembangan kapal berkecepatan tinggi, hingga peningkatan kapasitas sumber daya manusia sektor maritim.
PT PAL Indonesia dan perusahaan milik negara Rusia, Rosatom, saat ini tengah merampungkan nota kesepahaman untuk proyek Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Terapung (Floating Nuclear Power Plant/FNPP).
Proses tersebut merupakan tindak lanjut dari penandatanganan perjanjian kerahasiaan (Non-Disclosure Agreement/NDA) pada April 2026.
Kerja sama lainnya juga dijajaki di sektor perkapalan. PT PAL Indonesia sedang mematangkan rencana kolaborasi pembangunan kapal dengan Ak Bars Shipbuilding Corporation.
PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) juga menindaklanjuti pengembangan armada kapal berkecepatan tinggi bersama perusahaan Rusia, Cifrex.
Pemerintah Indonesia turut menyiapkan kerja sama penyediaan tenaga terampil untuk sektor galangan kapal. Kementerian Perindustrian dan Kementerian Luar Negeri sedang menyusun skema pengiriman tenaga kerja terampil Indonesia ke Rusia.
AHY mengatakan Indonesia membutuhkan penguatan konektivitas antarmoda sebagai negara kepulauan untuk menekan biaya logistik yang masih tinggi.
“Kerja sama ini tidak sekadar bertumpu pada hubungan diplomatik, tetapi bergerak menuju implementasi nyata di bidang ekonomi, konektivitas, teknologi, dan ketahanan wilayah,” kata Agus Harimurti Yudhoyono, Rabu (3/6/2026).
Sebagai tindak lanjut, Indonesia dan Rusia membentuk tiga kelompok kerja operasional. Kelompok kerja pertama difokuskan pada pengembangan industri galangan kapal dan pelabuhan berkelanjutan.
Kelompok kerja kedua bertugas mengelola kerja sama sumber daya kelautan dan perikanan.
Kelompok kerja ketiga berfokus pada peningkatan kapasitas sumber daya manusia, penelitian, dan pelatihan maritim.
Kesepakatan tersebut merupakan tindak lanjut dari Deklarasi Kemitraan Strategis Indonesia-Rusia yang disahkan Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Vladimir Putin pada Juni 2025.
www.geosiar.co.id
