Menko AHY Lapor kepada Prabowo 76 Perlintasan Sebidang di Jawa-Sumatra Dibenahi Pasca-Kecelakaan KA Bekasi Timur
GEOSIAR.CO.ID 13 Mei 2026 Penulis : ph@geosiar.co.id
JAKARTA, GEOSIAR.CO.ID —Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) sekaligus Ketua Umum Partai Demokrat melaporkan kepada Presiden Prabowo Subianto sejumlah langkah pemerintah pasca-kecelakaan kereta api di Stasiun Bekasi Timur.
Pemerintah mengidentifikasi 76 perlintasan sebidang di wilayah Jawa dan sebagian Sumatra yang membutuhkan penanganan segera. Penanganan mencakup pembangunan palang pintu, flyover, atau underpass.
AHY menyampaikan laporan tersebut seusai bertemu Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (12/5/2026). Dalam pertemuan itu, ia didampingi Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo dan Menteri Investasi sekaligus Chief Executive Officer (CEO) Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) Rosan Roeslani.
“Tadi ada kami laporkan perkembangan dan langkah-langkah taktis solusi yang harus segera diambil, dan telah dilakukan sebetulnya, pasca terjadinya kecelakaan kereta di Stasiun Bekasi Timur,” kata AHY kepada wartawan di Istana Merdeka, Selasa (12/5/2026).
AHY menjelaskan, identifikasi 76 perlintasan rawan dilakukan untuk mempercepat penanganan. Selain pembangunan fisik, pemerintah juga akan menutup titik-titik rawan di sepanjang jalur rel kereta api.
“Setelah kita identifikasi, maka ada kurang lebih 76 perlintasan sebidang yang ada di wilayah Jawa dan juga sebagian Sumatra, yang itu memang butuh segera dilakukan pembangunan, apakah itu palang pintu kereta maupun flyover atau underpass,” jelas AHY pada kesempatan yang sama.
Pemerintah juga akan memperbaiki sistem persinyalan dan melakukan modernisasi sistem perkeretaapian.
“Selebihnya kita lakukan penutupan titik-titik rawan dan kita juga ingin terus perbaiki sistem persinyalan dan modernisasi sistem kereta lainnya,” sambungnya.
AHY menambahkan, pemerintah tengah mengevaluasi pengembangan double-double track (DDT) atau jalur ganda kereta api sebagai bagian dari modernisasi sistem transportasi nasional. Ia mengakui pengembangan tersebut memerlukan waktu karena menjadi bagian rencana besar pembangunan perkeretaapian.
“Yang jelas memang kita juga sedang memikirkan pengembangan double-double track tersebut. Tetapi tentu butuh waktu untuk bisa merampungkan rencana besar pengembangan kereta, baik eksisting maupun pengembangan baru, dan reaktivasi dari rel-rel yang sudah selama ini tidak berfungsi,” ujarnya.
Kecelakaan yang menjadi pemicu pembenahan ini terjadi pada Senin (27/4/2026) malam pukul 20.52 WIB. Kereta Rel Listrik (KRL) Commuter Line jurusan Cikarang dengan nomor PLB 5568A bertabrakan dengan KA Argo Bromo Anggrek relasi Gambir-Surabaya Pasar Turi di emplasemen Stasiun Bekasi Timur KM 28+920.
“Jadi semangatnya adalah untuk transportasi publik, keselamatan kita utamakan, dan pada akhirnya konektivitas antarwilayah juga bisa menghadirkan pertumbuhan dan peluang ekonomi lainnya,” tutur AHY di Istana Merdeka, Selasa (12/5/2026).
www.geosiar.co.id

