Pramono Perintahkan Operasi Basmi Ikan Sapu-sapu di Seluruh Jakarta, 100 Personel Kerahkan ke Kali Cideng
Social Media
Communication
Bookmarking
Developer
Entertainment
Academic
Finance
Lifestyle
GEOSIAR.CO.ID 13 April 2026 Penulis : ph@geosiar.co.id
JAKARTA, GEOSIAR.CO.ID –Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memerintahkan operasi pembasmian ikan sapu-sapu diperluas ke seluruh wilayah ibu kota, menyusul keberhasilan penangkapan sekitar 40 ekor di Kali Cideng, depan Plaza Indonesia, Kelurahan Gondangdia, Kecamatan Menteng, Jakarta Pusat, pada Jumat 10 April 2026.
“Saya akan meminta tidak hanya di Jakarta Pusat, di semua wilayah yang ikan sapu-sapunya banyak untuk kita adakan operasi,” kata Pramono di Kantor Wali Kota Jakarta Timur, Minggu (12/4/2026).
Operasi itu melibatkan sekitar 100 personel gabungan dari Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) DKI Jakarta, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU), serta Gulkarmat Jakarta Pusat. Ini merupakan tindak lanjut dari aspirasi warga soal keberadaan ikan invasif di aliran kali tersebut.
Kepala Suku Dinas KPKP Jakarta Pusat, Halimah, menyebutkan seluruh ikan yang tertangkap dimatikan dengan cara dipatahkan tubuhnya sebelum dikubur. Bangkai tidak bisa dibuang sembarangan karena ikan sapu-sapu diketahui mampu bertahan hidup di luar air jika tidak dipastikan benar-benar mati.
Seluruh bangkai kemudian dibawa ke Pusat Produksi Inspeksi dan Sertifikasi Hasil Perikanan (PPISHP) Ciganjur untuk dikubur. Kepala Dinas KPKP DKI Jakarta Hasudungan A. Sidabalok menyebut Kali Cideng lebih mudah dibersihkan dibandingkan Kali Ciliwung karena alirannya tidak terlalu panjang dan rumit.
Meski begitu, Pramono mengakui populasi ikan tidak bisa musnah dalam sekali operasi. Ia mengingatkan bahwa ikan sapu-sapu bukan hanya masalah estetika sungai, melainkan ancaman nyata bagi tanggul lingkungan dan rantai makanan ikan lokal.
“Kalau dibiarkan, ikan-ikan lain seperti wader dan sebagainya bisa hilang,” ujar Pramono di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Sabtu (11/4/2026).
Setelah operasi di Kali Cideng, populasi ikan sapu-sapu masih terdeteksi di sejumlah titik strategis, termasuk di kawasan Bundaran HI, Jakarta Pusat. Temuan itu menjadi salah satu alasan perluasan operasi ke seluruh wilayah.
Ahli Ikan dan Konservasi Ikan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Institut Pertanian Bogor (IPB), Charles P. H. Simanjuntak, Ph.D., menyebut spesies bernama ilmiah Pterygoplichthys pardalis ini sebagai mesin pembiak. Satu ekor betina menghasilkan hingga 19.000 telur, dengan tingkat keberhasilan hidup lebih dari 90 persen karena pejantan menjaga telur di dalam liang hingga menetas.
Di habitat aslinya di Sungai Amazon, predator alaminya adalah ikan Common Snook, buaya Spectacled Caiman, dan burung Neotropic Cormorant. Di Sungai Ciliwung, tidak satu pun pemangsa itu ada, sehingga populasi ikan ini meledak tanpa kendali.
Hasudungan mengungkapkan bahwa sampel dari Kali Ciliwung menunjukkan kandungan bakteri Salmonella, E. Coli, serta residu logam berat melampaui ambang batas. Charles menambahkan bahwa tubuh ikan sapu-sapu menyerap racun seperti timbal dan merkuri dari sedimen sungai yang tercemar.
Kelompok yang paling rentan terhadap paparan logam berat dari konsumsi ikan ini adalah anak-anak dan ibu hamil. Risiko yang mengintai mencakup kerusakan sistem saraf, disfungsi ginjal, hingga peningkatan risiko kanker.
Pramono juga mendorong masyarakat agar tidak membuang ikan hias ke aliran sungai guna memutus rantai masuknya spesies asing ke ekosistem perairan Jakarta. Ia menilai pencemaran air dan pembuangan limbah sembarangan menjadi faktor utama yang mempercepat perkembangbiakan ikan sapu-sapu.
www.geosiar.co.id
