Ratusan Pelajar di Berastagi Diduga Keracunan Usai Konsumsi MBG
Social Media
Communication
Bookmarking
Developer
Entertainment
Academic
Finance
Lifestyle
ph@geosiar.co.id
KARO, GEOSIAR.CO.ID – Ratusan pelajar dari lima sekolah di Kecamatan Berastagi, Kabupaten Karo, diduga mengalami keracunan setelah mengonsumsi makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG), Kamis (13/8/2026).
Sebanyak 255 pelajar dilaporkan terdampak dan dievakuasi ke sejumlah fasilitas kesehatan di wilayah Berastagi dan Kabanjahe.
Proses evakuasi berlangsung di tengah kepanikan. Para pelajar tidak hanya dibawa menggunakan ambulans, tetapi juga menggunakan kendaraan pribadi.
Dalam sejumlah video yang diperoleh, terlihat para pelajar dalam kondisi lemas saat tiba di rumah sakit. Beberapa di antaranya bahkan terlihat mengalami muntah.
Dugaan keracunan tersebut terjadi setelah para pelajar mengonsumsi makanan MBG yang dibagikan di sekolah. Dinas Kesehatan Kabupaten Karo kemudian mengambil sampel makanan dari dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang memasok makanan tersebut untuk diperiksa di laboratorium.
Bupati Karo Antonius Ginting bersama Forkopimda Karo turut mengecek kondisi para pelajar yang menjalani perawatan.
Antonius mengatakan tidak ada pelajar yang mengalami kondisi mengkhawatirkan.
“Dari 255 anak sekolah yang kemungkinan, ini masih kemungkinan gejala keracunan ini semuanya tidak ada yang mengkhawatirkan,” ujar Antonius di depan RS Amanda Berastagi.
Menurutnya, kondisi para pelajar yang secara umum masih baik menjadi kabar baik di tengah kejadian tersebut.
“Ini berita baik, kalaupun ada suatu kejadian berita baiknya adalah semua anak-anak kita dalam keadaan baik-baik,” katanya.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Karo, dr. Immanuel Sinuhaji, Sp.PA mengatakan sampel makanan telah diambil dan selanjutnya akan dikirim ke laboratorium.
“Sampel sudah diambil, sekarang tinggal penanganan. Nanti selanjutnya akan kita kirim ke laboratorium,” ujar Immanuel.
Berdasarkan keterangan Kepala Dapur SPPG Kodim, makanan MBG yang dibagikan kepada para penerima manfaat pada Kamis terdiri dari sayur dan ikan tongkol.
Immanuel mengatakan pihaknya mengambil sampel makanan yang disiapkan dan disajikan pada hari tersebut.
“Sementara dugaan kita, penyebabnya karena ikan itu,” ungkapnya.
Meski demikian, penyebab pasti kondisi yang dialami ratusan pelajar tersebut belum dapat dipastikan. Hasil pemeriksaan laboratorium nantinya akan menjadi dasar untuk mengetahui penyebab kejadian tersebut.
Para pelajar yang mengalami gejala diduga keracunan masih mendapatkan penanganan medis di sejumlah fasilitas kesehatan.
