Rupiah Tembus Rp17.800 per Dolar AS, BYD Tahan Harga Mobil Listrik
Social Media
Communication
Bookmarking
Developer
Entertainment
Academic
Finance
Lifestyle
28 Mei 2026, ph@geosiar.co.id
JAKARTA, GEOSIAR.CO.ID —PT BYD Motor Indonesia memastikan belum menaikkan harga jual kendaraan listriknya di pasar domestik meski rupiah terus melemah hingga menyentuh Rp17.800 per dolar Amerika Serikat.
Pelemahan kurs memberi tekanan pada industri otomotif nasional, terutama produsen yang masih bergantung pada transaksi global untuk pengadaan komponen dan perlengkapan produksi.
Keputusan menahan harga disebut sebagai bentuk komitmen perusahaan menjaga kepercayaan konsumen dan mendukung industri otomotif nasional.
Kepala Hubungan Masyarakat dan Pemerintah PT BYD Motor Indonesia Luther Panjaitan mengakui dinamika ekonomi saat ini berdampak pada operasional perusahaan, terutama untuk pos transaksi internasional.
“Ya, kami mengerti dinamika ekonomi saat ini yang dialami oleh Indonesia dan memang cukup berdampak,” ujar Luther di Jakarta, Selasa (26/5/2026).
“Khususnya kepada perusahaan yang melakukan bisnisnya berbasis international trade (perdagangan internasional), contohnya adalah komponen serta beberapa equipment (peralatan) yang kami harus transaksikan dengan pihak luar,” kata Luther.
Meski menghadapi tekanan biaya, BYD menegaskan belum mengambil keputusan menaikkan harga jual.
“Namun sampai saat ini komitmen BYD untuk tetap menjaga kepercayaan masyarakat dan tetap fokusnya adalah berkontribusi lebih kepada industri sehingga kami belum memutuskan apa-apa terkait hal itu (perubahan harga),” ucap Luther.
Pada kesempatan terpisah pekan sebelumnya, Luther menyatakan BYD telah mengantisipasi gejolak nilai tukar sejak awal investasi di Indonesia.
“Kami telah memikirkan kondisi-kondisi ini melalui comprehensive study (kajian menyeluruh) dan sampai saat ini kami masih tetap positif dan confident (yakin) dengan strategi yang kami miliki, baik secara produk, harga, juga promosi-promosi yang kami akan lakukan,” kata Luther.
Luther tidak menampik kemungkinan kenaikan harga pada masa mendatang apabila tekanan berlanjut.
“Kalau ditanya potensi mungkin saja, tapi saat ini tidak dalam strategi jangka pendek kami,” ujar Luther.
Saat ini, BYD M6 dijual mulai Rp383 juta hingga Rp433 juta. Sedan listrik BYD Seal dibanderol Rp639 juta sampai Rp750 juta. SUV listrik BYD Sealion 7 dipasarkan sekitar Rp629 juta hingga Rp719 juta. Adapun model termurah, BYD Atto 1, dijual mulai Rp199 juta.
Tekanan pelemahan rupiah memang mulai dirasakan berbagai pelaku industri otomotif yang masih bergantung pada transaksi global untuk komponen, bahan baku, hingga peralatan tertentu.
Potensi penyesuaian harga kendaraan terbuka apabila pelemahan rupiah berlangsung dalam jangka panjang.
.
www.geosiar.co.id
