Sapi 1,13 Ton Milik Peternak Sukoharjo Dipilih Jadi Hewan Kurban Presiden Prabowo pada Iduladha 2026

GEOSIAR.CO.ID 12 Mei 2026 Penulis : ph@geosiar.co.id

SUKOHARJO , GEOSIAR.CO.ID —Presiden Prabowo Subianto (Gerindra) membeli seekor sapi peranakan Simental berbobot 1 ton 13 kilogram dari peternakan Mulyani Rejeki Farm di Desa Mranggen, Kecamatan Polokarto, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, untuk hewan kurban pada Iduladha 2026.

Sapi yang diberi nama Parikesit itu merupakan kali kedua dipilih dari peternakan yang sama untuk kurban presiden. Hewan tersebut akan disembelih di Masjid Darussalam, Desa Cemani, Kecamatan Grogol, Sukoharjo.

Parikesit merupakan hasil inseminasi buatan antara indukan sapi Peranakan Ongole (PO) dan pejantan Simental. Sapi jantan berusia empat tahun itu memiliki warna cokelat berpadu krem dengan dua tanduk berukuran besar.

Pemilik Mulyani Rejeki Farm, Kuncoro Budi Santoso (50), mengungkap asal-usul nama sapi tersebut.

“Usianya 4 tahun, namanya Parikesit, dipelihara dari kecil hasil inseminasi buatan,” kata Kuncoro Budi Santoso saat ditemui wartawan di peternakannya di Sukoharjo, Sabtu (9/5/2026).

Nama Parikesit diambil dari tokoh pewayangan dalam epos Mahabarata, putra Abimanyu, yang menjadi idola Kuncoro.

Sapi Kuncoro telah dua kali dibeli untuk kurban Presiden Prabowo. Sebelumnya, peternakan yang sama juga pernah menyuplai sapi kurban di era Presiden ketujuh Joko Widodo.

Proses pemilihan diawali dari monitoring oleh Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Sukoharjo terhadap seluruh peternak di wilayah tersebut.

Hasil monitoring diajukan ke Sekretariat Negara melalui Kementerian Pertanian dan Dinas Pertanian Provinsi Jawa Tengah.

Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Sukoharjo, Bagas Windaryanto, menjelaskan syarat minimal sapi kurban presiden.

“Syarat minimal bobotnya 900 kilogram. Dari berbagai inventarisasi yang kami lakukan, maka sapinya pak Kuncoro yang berbobot 1 ton lebih ini yang kami ajukan penawaran ke Sekretariat Negara,” kata Bagas Windaryanto saat dikonfirmasi wartawan di Sukoharjo, Selasa (12/5/2026).

Proses seleksi dilakukan melalui sistem daring dan panggilan video untuk menunjukkan spesifikasi sapi kepada pihak Sekretariat Negara. Verifikasi mencakup pemeriksaan fisik, kesehatan menyeluruh, dan kelengkapan vaksinasi.

Kuncoro menerapkan perawatan khusus pada Parikesit, baik dari sisi pakan maupun pendekatan emosional. Sapi tersebut sering dimandikan dan rutin diberi perhatian.

“Kalau sapi besar itu kuncinya perhatiannya, selain di pakan juga di emosionalnya. Misalnya sering dimandikan, terus sering kita ajak ngobrol, sebagai cara diberi kasih sayang dielus dengan tangan,” kata Kuncoro Budi Santoso saat ditemui di Mulyani Rejeki Farm, Sabtu (9/5/2026), sebagaimana dilaporkan Kompas.com.

Kuncoro enggan mengungkap harga jual sapi tersebut dan menyarankan media mengonfirmasi langsung ke Sekretariat Negara. Bagas memastikan kondisi kesehatan Parikesit telah memenuhi seluruh persyaratan syariat dan kesehatan hewan.

“Semua memenuhi syariat sehat, vaksinasi PMK dan pengobatan cacing sudah kita lakukan. Kita pastikan ternak ini kondisi baik sehat dan pengawasan secara terus menerus,” kata Bagas Windaryanto.

Pemeriksaan kesehatan meliputi tes darah, pemeriksaan feses, dan anatomi. Vaksinasi Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) telah dilakukan pada Februari 2026, sementara pengobatan cacing terakhir diberikan pada 22 Maret 2026.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *