Tiga Polisi Tewas Saat Gerebek Bandar Narkoba di Kabupaten Katingan
Social Media
Communication
Bookmarking
Developer
Entertainment
Academic
Finance
Lifestyle
ph@geosiar.co.id
JAKARTA, GEOSIAR.CO.ID – Tewasnya tiga anggota polisi saat menggerebek bandar narkoba di Desa Tumbang Kalemei, Kecamatan Katingan Tengah, Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah, mendapat perhatian dari DPR RI. Anggota Komisi III DPR RI, Martin Daniel Tumbelaka, mendesak aparat kepolisian segera menangkap seluruh pelaku dan menjatuhkan hukuman seberat-beratnya.
“Ini adalah tindakan yang sangat biadab. Saya meminta pihak kepolisian untuk segera memburu dan menangkap seluruh pelaku penyerangan tanpa terkecuali. Setelah ditangkap, pastikan mereka diberikan hukuman yang seberat-beratnya agar ada efek jera. Tidak boleh ada kompromi bagi pembunuh aparat negara,” kata Martin, Minggu (5/7/2026).
Korban dalam insiden tersebut adalah Aipda Yudhie Perdana Putra, Aiptu Sumaryanto, dan Bripda Nopandri Ramadhana. Ketiganya gugur saat menjalankan operasi penindakan terhadap jaringan peredaran narkotika.
Martin juga meminta penyidik mengusut tuntas seluruh pihak yang terlibat, termasuk aktor intelektual di balik penyerangan terhadap aparat.
“Usut tuntas semuanya. Cari tahu siapa yang memprovokasi warga, siapa yang menyembunyikan pelaku, hingga dari mana mereka mendapatkan senjata api rakitan. Ekosistem kejahatan di desa tersebut harus dibongkar total,” ujarnya.
Peristiwa berdarah itu terjadi saat tim Satresnarkoba Polres Katingan menindaklanjuti laporan masyarakat mengenai dugaan peredaran sabu di Desa Tumbang Kalemei pada Rabu (1/7/2026) malam.
Berdasarkan hasil penyelidikan, polisi mengidentifikasi seorang target operasi berinisial BIO yang merupakan residivis kasus narkotika.
Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Eko Hadi Santoso, mengatakan sebanyak 12 personel diterjunkan dalam operasi tersebut. Target sempat berhasil diamankan, namun situasi berubah ketika sejumlah orang di dalam rumah bersama warga sekitar melakukan perlawanan menggunakan parang dan senjata api rakitan.
Massa yang terus berdatangan membuat situasi tidak terkendali. Personel kepolisian terpaksa menyelamatkan diri sambil menunggu bantuan.
Beberapa anggota bahkan harus berenang menyeberangi sungai dan berlindung di kawasan hutan untuk menghindari amukan massa. Dalam insiden tersebut, tiga anggota polisi gugur saat menjalankan tugas.
Menyusul peristiwa itu, Kapolri Listyo Sigit Prabowo memerintahkan seluruh jajaran mengambil tindakan tegas terhadap bandar narkoba yang melawan petugas dan membahayakan keselamatan masyarakat maupun aparat.
Sebagai bentuk penghormatan, Kapolri juga menganugerahkan kenaikan pangkat luar biasa kepada almarhum Aipda Yudhie Perdana Putra yang gugur dalam operasi tersebut.
Sementara itu, Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri telah mengambil alih penanganan kasus untuk mengungkap seluruh pelaku penyerangan sekaligus membongkar jaringan peredaran narkotika yang diduga beroperasi di wilayah tersebut.
Polisi juga menyatakan akan mengevaluasi prosedur operasi pemberantasan narkotika guna meningkatkan keselamatan personel di lapangan.
